Komunitas Kalantara Sidikalang Gelar Drama Napak Tilas & Refleksi HUT Ke-73 Kemerdekaan RI

Dairinews.co-Sidikalang

Komunitas Sejarah Budaya diberinama ‘Kalantara’ yang baru dibentuk di Kabupaten Dairi Sumatera Utara menggelar pementasan seni bertajuk napak tilas dan refleksi HUT Ke-73 Kemerdekaan Republik Indonesia. Kegiatan itu digelar dilokasi Tugu Perjuangan jalan Sisingamangara Sidikalang, Kamis (16/8/2018).

Ketua Kalantara, Marlen Nainggolan bersama Sekretaris, Elim Sigalingging dan Boris Manalu bidang logistik kepada wartawan menjelaskan, kegiatan yang mereka lakukan adalah napak tilas dan refleksi menyambut hari kemerdekaan.

Drama theatrikal menceritakan tiga jaman yakni sebelum masa penjajahan, sesudah dan merebut kemerdekaan yang diperankan siswa-siwi SMAN 2 Sidikalang juga anggota komunitas dimaksud.

Marlen menerangkan, penampilan theatrikal napak tilas dan refleksi menyambut HUT Kemerdekaan sengaja digelar dilokasi Tugu Perjuangan sekaligus memperlihatkan kepada masyarakat khususnya generasi milenial (anakmuda) betapa sulitnya para pejuang merebut  kemerdekaan.

Memang, tugas generasi muda sekarang bukan lagi merebut kemerdekaan tetapi mengisi kemerdekaan dengan belajar yang serta melakukan hal postif termasuk melalui karya seni. Kegiatan itu sendiri bertujuan untuk mengenang nilai histori kemerdekaan, sebut Marlen.

Kami hendak mengingatkan kepada generasi muda bahwa kemerdekaan yang kita nikmati sekarang penuh perjuangan dari para pendahulu bangsa ini. Kami juga hendak mengajak masyarakat agar peringatan HUT kemerdekaan kita laksanakan lebih semarak dan jangan dilakukan sebatas seremonial semata.

Sebab lanjut Marlen dan Elim, jaman sekarang peringatan HUT kemerdekaan tidak lagi sesemarak jaman dulu. Begitu juga kepada kaum milenial, Kalantara mengajak supaya lebih mencintai budaya kita dibanding budaya luar. Karena tidak bisa dipungkiri, kemajuan teknologi telah mendorong anak muda melupakan budaya lokal.

Marlen maupun Elim menegaskan, Kalantara dibentuk untuk memperkenalkan situs budaya yang ada di Kabupaten Dairi. Masih banyak situs budaya belum tereksplor. Kami berharap melalui komunitas kami akan memperkenalkan kepada masyarakat Dairi maupun diluar Dairi situs yang kita miliki, ucapnya.

Untuk saat ini sebut Marlen, kegiatan rutinitas yang sudah dilakukan Kalantara adalah Sabtu membaca. Ditambahkan, komunitas itu terbuka untuk siapa saja yang akan ikut bergabung. Kalantara dibentuk sebagai wadah mengedukasi masyarakat untuk lebih mencintai situs budaya.

Pementasan seni sengaja menggunakan pakaian adat tradisional berbagai suku di Dairi sebagai bentuk kecintaan terhadap kearipan lokal. Kalantara juga berharap dukungan Pemerintah (D03).

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.