- Advertisement -

BLT Kemensos Diduga Disunat Rp500 Ribu di Buluduri

Dairinews.co-Sidikalang

Bantuan Langsung Tunai (BLT) bersumber dari Kementerian Sosial untuk warga Desa Buluduri Kecamatan Lae Parira Kabupaten Dairi Sumatera Utara diduga disunat Rp500 ribu per peserta.  Keluarga terdampak  Covid-19 mengaku hanya menerima Rp100 ribu.

Korban, Togu Sinaga (31), Senin (11/5/2020) malam menjelaskan, memang pencairan dari Kantor Pos Parongil Kecamatan Slima-Pungga-Pungga berlangsung lancar. Mereka  menerima Rp600 ribu.

Namun, setelah urusan direalisasi di kantor tersebut, 2 orang berstatus bukan perangkat desa mengumpulkan  semua uang bansos. Orang itu menunggu di luar.

Malamnya, oknum itu mendatangi mereka dan memberi Rp100 ribu. Lantaran dinilai terlalu kasar, dia menolak rupiah itu.

“Mendingan saya ke ladang kalau seratus ribunya” ujar Togu melalui telepon kepada wartawan.

Diutarakan, sebelumnya, para calon penerima mengikuti pertemuan di rumah  perangkat desa, Paber Pakpahan  dihadiri Kepala Desa Osaka Sihombing, Sabtu (9/5/2020).  Peserta dilarang merekam dan mempublikasi termasuk up load ke media sosial isi paparan. Sepengetahuannya, jumlah penerima BLT Kemensos sebanyak 72 orang.

Mereka mendengar  arahan, agar peserta berangkat ke Kantor Pos secara bersama-sama, demikian saat pulang. Nanti uangnya dikumpul. Berapa masing-masing bagian  peserta, akan ditentukan kemudian. Kalau tidak, uang itu bisa dikembalikan.

Sari Ngolu Bakkara (28) calon penerima BLT bersumber dari dana desa mengatakan, turut hadir mendengar adanya pengumpulan dana bansos.

Osaka Sihombing mengatakan, tidak terkait soal adanya pemotongan. Itu urusan antar warga. Mereka ingin bagi rata karena merasa kasihan dengan yang lain.

Dia membenarkan adanya pertemuan di rumah Paber. Posisinya diundang. Warga ingin agar bansos dibagi rata. Menurut Osaka, penjelasannya pada pertemuan itu,  harus menjalankan aturan.  Kalau di kemudian gari timbul masalah, namanya dibawa-bawa.

Osaka menerangkan, sebanyak 72 orang berhak atas  BLT.  Biar bagus berangkatnya sama.

Kalau ada yang mengumpulkan uang, dia tidak terlibat. Itu urusan antar warga, kata Osaka melalui telepon, Selasa (12/5/2020) sekira pukul 7.15 Wib. (D01)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.