- Advertisement -

Rumah Dibakar, Oppu Aditia tak Tega Laporkan si Anak

Dairinews-Sumbul
Kendati rumah tinggal hangus terbakar, Hinca boru Sianturi gelar Oppu Aditia tak tega melaporkan pelaku ke polisi. Apalagi, diduga kuat pelaku adalah akan kandung sendiri berinisial JCN.

“Holan dua do anakhu baowa. Holong do rohangku tu nasida. Na saleleng on, dang hea songon i rimas ni anakkon (saya hanya punya dua anak laki-laki. Saya mencintai mereka. Selama ini, dia tak pernah semarah ini” ujar Oppu Aditia kepada Kanit Resum Polsek Sumbul Ipda HP Purba di Sumbul, Senin (8/8/2016) dalam bahasa Batak Toba.

Hal itu disampaikan Oppu Aditia merespons pertanyaan polisi terkait kasus yang menimpanya. Ini perbuatan pidana. Silahkan dipertimbangkan matang-matang. Kalau dilapor, terperiksa adalah anak inang sendiri, kata Purba. Polisi ini menyarankan korban agar diskusi dengan tulang, bapa tua dan lingkungan di kampung.

Lewat pertemuan dihadiri dua tulang JCN yakni Girbong Sianturi dan Hotdiman Sianturi serta adik perempuan JCN, Oppu Aditia menerangkan, tidak tega mengadukan perbuatan putranya. Syaratnya, JCN dikirim merantau ke Kalimantan sesuai arahan keluarga.

“Nungga martelepon bapa tua na par Kalimantan. Dikirim ma mengaranto tusan. Asa rap dohot bapa tua na” kata Oppu Aditia petani berstatus janda ini.

Tulang na si Girbong on do dongan na rap minum tuak na bodari. Dung mabuk, mulak tu jabu laos muruk-muruk. Disampathon ma angka salimut dohot barang-barang tu luar. Dungi diusir ahu dohot 2 borungku si Riani dohot Aprianti. Laos ditutung ma jabu nami i. Hami lari tu bagas ni si Surbakti ( Girbong paman JCN teman mabuk tadi malam. Sesudahnya, pulang kerumah sembari membuang berbagai barang. Ibu diusir bersama 2 putrinya. Seterusnya, korban mengungsi ke rumah Surbakti. Tidak berapa lama, rumah dibakar” kata Oppu Aditia.

Hotdiman sembari meneteskan air mata mengatakan, bila itonya Oppu Aditia diganggu JCN, dia segera turun tangan. Karenanya, dia menyerahkan sepenuhnya solusi terbaik terkait kasus itu.

Kepada wartawan, Oppu Aditia memaparkan, kediamannya di Tombak Siarung arung Dusun Siarung-arung Desa Lae Hole Kecamatan Parbuluan Kabupaten Dairi Sumatera Utara ludes. Diduga dibakar putranya berinisial JCN. Hubungan mereka retak 3 bulan belakangan. Malam itu, JCN pulang dalam kondisi mabuk. Setiba di rumah, anak kedua dari 6 bersaudara ini mengamuk lalu mencampakkan berbagai barang. Ibu kandung dan 2 adiknya diusir. Bangunan tempat berteduh orang tua dan anak ludes dibakar, Minggu (7/8/2016) sekira pukul 22.30 Wib.

Tak ada pertolongan. Tak sehelai pakainpun terselamatkan. Solop hu pe dang malua, kata Oppu Aditia. Apalagi, letak rumah berjarak 100 meter lebih dari tetangga. Rumah berusia 15 tahun berkonstruksi semi permanen ditengoknya hangus saat Oppu Aditia mencari perlindungan ke rumah Suhendra Surbakti.

Ipda HP Purba menerangkan, diperintahkan Kapolres untuk mendengar pendapat korban. Apakah lanjut mengadu atau bagaimana. Kita kan sudah dengar penjelasan korban, kata Purba kepada wartawan. (D01)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.