- Advertisement -

Ratusan Juta Uang Raskin Diduga Ditekong

Dairinews-Sumbul
Ratusan juta uang beras miskin (raskin) di Kecamatan Sumbul diduga ditekong oknum aparat. Anggota DPRD Kabupaten Dairi fraksi Partai Golkar dapil 3, Rukiatno Nainggolan di Sidikalang, Selasa (9/8/2016) menerangkan, substansi ini merupakan temuan legislator saat kunjungan lapangan serangkaian perhitungan keuangan APBD 2015.

Kalau ditaksir, hampir 535 juta. Angka tersebut diperoleh dengan uraian Rp375 juta tahun 2015 dan Rp160 juta tahun 2016. Kalau dari rakyat penerima manfaat, sudah cash. Begitu terima barang, langsung bayar.

Rukiatno menyebut, pihak kecamatan sudah membuat perjanjian dengan Kansilog Kabanjahe bahwa hutang tersebut dibayar secara cicil. Kesepakatan dituangkan lewat surat. Akibat masalah dimaksud, jatah raskin ke Kecamatan Sumbul diembargo atau ditunda direalisasikan sejak Juni sampai September 2016. Sepanjang tidak lunas, rakyat tak memperoleh hak dimaksud.

“Korbannya jelas rakyat miskin. Orang yang tekong tetapi kaum marginal jadi korban. Ada potensi penyimpangan kewenangan” kata Rukiatno. Dia berpendapat, tidak ada alasan menunda hak rakyat sepanjang kewajiban dipenuhi. Dia berharap, Inspektorat perlu melakukan penelusuran. Pertanggungjawaban penggunaan dana penyaluran dari APBD perlu diusut. Pada kunjungan itu, rombongan dipimpin koordinator Lamhot Edward Munthe bersama beberapa anggota Binsar Sinaga, Arsenius Marbun, Robin Lingga, Alpensius Tondang, Henny Hasugian. Sedang eksekutif diwakili Kabag Kesra Sahala Siagian.

Camat, Monang Habeahan per telepon membenarkan, ada tunggakan pembayaran ke Kansilog Kabanjahe selaku distributor raskin. Dirinya membuat perjanjian akan membayar hutang. Sebagian uang tertahan di kepala desa.

Menurutnya, tunggakan tersebut terhitung bulan Mei sampai Agustus 2016. Diakui, total tunggakan Rp535 juta. (D01)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.