- Advertisement -

Proyek Dana Desa di Blang Malum Ditangani Warga Jakarta

Dairinews-Blang Malum
Proyek ditalangi dana desa di Desa Blang Malum Kecamatan Sidikalang Kabupaten Dairi Sumatera Utara ditangani par (warga-red) Jakarta. Mustar Simanungkalit abang kandung kepala desa Esrom Simangkalit, Rabu (31/8/2016) membenarkan, dirinya adalah penduduk Jakarta sesuai KTP.

Menurutnya dia datang untuk jalan-jalan. Tetapi, kepala desa memintanya menjadi pelaksana lapangan. Diutarakan, dia datang ke kampung setiap bulan.

Dijelaskan, jenis kegiatan infrastruktur tersebut adalah pengaspalan jalan dan pembuatan drainase. Saat ditanya berapa volume kerja, dia mengatakan, tidak tahu.

Sahat Maruli Nababan dan Pangihutan Tamba unsur Badan Perwakilan Desa (BPD) mengutarakan, memprotes pelaksanaan tersebut. Menurut mereka, bahwa penentuan lokasi proyek bukan hasil musyawarah. Mereka memang menerima undangan untuk pertemuan. Saat dihadiri, rapat tak terlaksana lantaran peserta minim. Pemuka ini pun mempertanyakan, bagaimana musyawarah dilaksanakan tanpa rembug.

Keduanya juga menolak penghunjukan Mustar jadi pelaksana lapangan. Ini propyek desa. Arahnya tentu bagaimana memberdayakan masyarakat lokal. Realitasnya, justru orang Jakarta diberi kesempatan. Di desa itu, banyak warga memiliki kemampuan dan kapasitas. Patut diduga ada unsur kolusi apalagi Mustar adalah saudara kandung kades.

“Ai godang do na malo jala na tolap mangulahon di huta on. Boasa gabe par Jakarta dibahen pelaksana? Kan dang pas songin i? Ra, dang sossok on tu peraturan na binahen ni pamarenta” kata penduduk.
Beberapa ibu rumah tangga yang bekerja sebagai petani mengatakan, aspirasi mereka diabaikan. Pengaspalan dan pembuatan drainase bukan skala prioritas dibanding pembangunan jalan menuju permukiman yang hanya sepanjang 50 meter.

Ibu rumah tangga itu pun menunjukkan poster sikap bertuliskan meminta proyek dihentikan. Pada pembukaan jalan terdahulu, mereka diminta melepas lahan tanpa ganti rugi. Kala mau diaspal, mau kerja harian pun tak ditampung. Ini tidak adil, kata mereka.

Kepala lingkungan, H Simamora menerangkan, membagikan undangan rapat. Tetapi, tak banyak yang merespons. Hanya 4 orang yang hadir. Tidak mungkinlah dirinya bolak-balik mengundang masyarakat. Sehubungan itu, dia mengaku bahwa rapat tidak terealisasi namun keputusan jenis proyek tetap dibikin. Kalau mau dialihkan, kalian bikinlah suratnya. Biar saya antar ke kades, kata Simamora ke arah ibu rumah tangga.

Kepala Desa, Esrom Simanungkalit membenarkan, Mustar adalah abang kandungnya. Beberapa hari lalu, Mustar datang menghadiri pesta ke Sidikalang. Dia kemudian mengajak untuk menjadi pelaksana lapangan. Mustar dinilai sudah biasa mengurus proyek. Esrom mengakui, bahwa tujuan utama pengucuran dana desa adalah pemberdayaan warga setempat.

Tentang nada keberatan, Esrom berpendapat, memang ada warga yang kerap berseberangan dengannya. Berbuat baik juga sering dilawan. Menurutnya, pelaksanaan sudah sesuai mekanisme. (D01)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.