- Advertisement -

5 Mobil Rental Digadaikan Demi Judi

Dairinews- Huta Rakyat
Dua pemuda diamankan polisi dari sekitaran Asrama Haji Jalan AH Nasution Medan atas dugaan penggelapan mobil rental, Selasa (30/8) malam. Keduanya adalah JU (35) penduduk Jalan Persada Desa Huta Rakyat dan HS (28) tinggal di Kuta Gambir Sidikalang berKTP Desa Gunung Saribu Kecamatan Munthe Kabupaten Karo. Mereka dijemput saat berada di dalam mobil angkot.

Kepala Desa Huta Rakyat Kecamatan Sidikalang Kabupaten Dairi Sumatera Utara, Pander Sitepu kepada wartawan, Rabu (31/8/2016) mengatakan, pelaku diduga menggelapkan 5 unit mobil pribadi. Modusnya, dirental tetapi kemudian digelapkan. Kendaraan pribadi digadaikan kepada warga di Kabanjahe dengan variasi harga Rp20 sampai 30 juta per unit. Total kelimanya Rp130 juta.

Pander merinci, para pemilik mobil adalah dirinya sendiri dengan jenis kendaraan Xenia, bengkel Pincala marga Berutu di Jalan Ahmad Yani tipe Avanza, Toko Pupuk Mekar di Jalan Trikora (marga Habeahan) jenis Innova, Nelson Siahaan model APV serta asset Edis Ujung jenis kijang kapsul.

Pander menuturkan, dia tak pernah curiga dengan JU. Apalagi, JU sudah sering menyewa kendaraannya. Lagian, pria itu adalah warga binaannya di satu desa. Xenia dipinjam tanggal 13 Agustus 2006 untuk keperluan 1 hari.

Kekhawatiran memuncak pada Minggu (21/8/2016). Pagi itu, JU meneleponnya bahwa alat transportasi akan diantar. Ditunggu-tunggu, tak kunjung tiba. Karena penasaran, dia mendatangani kediaman JU. Rupanya, Pander ketemu 4 pemilik mobil yang mengalami nasib serupa. Melalui bantuan polisi, JU terlacak berada di Medan. Selanjutnya, dibawa ke kampung untuk penyelesaian.

Menurut Pander, pihaknya memberi batas waktu hingga sore itu. Kalau uang sebanyak Rp130 juta tersedia, maka kelima barang bukti ditebus tanpa proses hukum. Jika tak dipenuhi, bakal dilapor. Posisi mobil terlacak di titik berbeda.

JU dikonfirmasi di Kantor Kades Huta Rakyat disaksikan korban menerangkan, dia menggadaikan 6 mobil termasuk 1 miliknya sendiri. 5 barang dijual seharga Rp130 juta. Uang itu dipakai buat main judi dadu kopyok di Kabanjahe. Mobil dilego bersama HS.

Aksi penggelapan dilakukan bukan sepengetahuan istri. Perbuatan dilaksanakan kurun waktu 3 minggu. Jadi, jualnya bukan sekaligus. Ketika kalah main kopyok, dia bertanya kepada HS dimana tempat gadaikan mobil. HS menjawab, ditanya saja sama panitia judi. (D01)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.