- Advertisement -

Age Amang… PNS dan Rakyat Miskin Berhujan-Hujan

Dairinews-Sidikalang
Ketua fraksi PDIP DPRD Kabupaten Dairi Sumatera Utara, Resoalon Lumban Gaol mengatakan, kasihan melihat sejumlah kepala desa, pegawai negeri sipil dan rakyat miskin berada di bawah tekanan politik penguasa. Oknum Pemkab Dairi patut diduga memanfaatkan kekuasaan untuk acara akbar pelantikan pengurus salah satu partai di Stadion Sidikalang, Minggu (4/9/2016).

“Sasintong na, asi hian roha mangida dongan huta. Dang margolle angka na pogos manjua” , kata Resoalon. Ngalian mar taon udan sahat tu borngin na. Hape holan dua puluh ribu do dilean.

Resoalon menyebut, menerima banyak masukan dan kritik tentang pengerahan massa. Dari penelusuran sebelumnya, kepala desa, ASN dan keluarga penerima raskin diarahkan untuk hadir pada pelantikan pengurus salah satu parpol. Yang paling kasihan adalah penduduk dari desa jauh diantaranya Kecamatan Siempat Nempu Hilir, Tanah Pinem dan Simallopuk Kecamatan Parbuluan.

Dijelaskan, surat kepala desa di Kecamatan Tigalingga per 31 Maret 2016 beredar di media sosial diduga merupakan rangkaian kegiatan tersebut. Surat itu menerangkan rapat membicarakan tentang dana desa yang akan disalurkan dan pemberangkatan Bupati Dairi. Andai seluruh masyarakat masyarakat datang atas kemauan sendiri, itu luar biasa. Saya juga acungkan dua jempol bila memang didasari kerinduan. Itu hak rakyat dan aparatur. Tetapi bila dibayangi rasa ketakutan, tentu tak boleh dibiarkan.

“Berpolitik juga perlu fair play. Terapkan juga sedikit kesantuan dan demokrasi. Jangan terlalu suka suka sama bawahan dan orang kecil” ujar Resoalon di gedung dewan di jalan Sisingamaraja Sidikalang, Senin (5/9/2016)

Resoalon menandaskan, beberapa warga dari Desa Sibabi Kecamatan Pegagan Hilir dan Desa Silalahi Kecamatan Silahisabungan akhirnya mengabaikan ‘perintah’ setelah berkomunikasi dengannya. DPRD, kata Resoalon, patut meminta penjelasan dari Sekretaris Daerah Sebastianus Tinambunan terkait absensi pegawai pada acara itu. Kalau benar pegawai ikut diobok-obok, ini berbahaya. PNS merupakan kategori manusia intelektual. Bila mereka dipaksa hadir, bakal muncul potensi sakit hati. Sebaiknya, teladanilah pola Joko Widodo. Kala menjadi Bupati dan Gubernur hingga Presiden, selalu dipenuhi sambutan warga karena cinta dan kerinduan mendalam.

Sebagaimana diberitakan, seorang PNS dari Dinas Kesehatan menjalankan absensi di warung dekat pagar Stadion Panji. Dia mengungkapkan absensi ada 2. Satu untuk Sekda dan satu lagi untuk kepala dinas. Diutarakan, dirinya terpaksa datang lantaran diwajibkan.

Camat Tigalingga, Bahagia Ginting mengatakan, belum tahu tentang surat rapat ditandatangani kepala desa dan sekretaris ditujukan kepada BPD, LPM, Kadus dan lainnya. Belum tahu saya. Nantilah kita dikusikan, kata dia. (D01)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.