- Advertisement -

Kepala Dinas Pendidikan tak Tahu Penjualan LKS

Dairinews-Sidikalang
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Dairi Sumatera Utara, Rosema Silalahi diwawancarai wartawan di lantai 2 gedung DPRD di Jalan Sisingamangaraja Sidikalang, Jumat (9/9/2016) mengatakan, tidak tahu seputar adanya penjualan lembar kerja siswa (LKS) di sekolah-sekolah.

“Saya ngaak tahu itu. Ngak ada kepala sekolah yang membuat laporan” kata Rosema. Dia membenarkan, kendati sudah menjadi pimpinan SKPD lebih 1 tahun, substansi tersebut belum pernah dilapor kepala sekolah kepala UPT maupun pengawas.

Ditanya tentang Peraturan Menteri Pendidikan tentang larangan penjualan dokumen itu, Rosema mengatakan, belum pernah mendapat. Pun demikian, dirinya akan mempelajari. Kepala bidang juga akan ditugasi menelusuri.

Menurutnya, pembuatan LKS mungkin atas dasar kesepakatan guru dan orang tua. Kalaupun dilakukan, harganya mesti terjangkau. Ditanya tentang LKS justru tersedia di rumah oknum pimpinan DPRD Dairi, Rosema menyebut, kurang etis.

“Kurang etislah kalau malah dibeli di rumah oknum pimpinan dewan. Kuras etiis itu” kata Rosema.

Fraksi Gerindra lewat juru bicara Robin Lingga pada penyampaian pendapat akhir fraksi terkait ranperda Perubahan APBD 2016 menegaskan, keberatan dengan penjualan LKS. Mereka meminta Bupati KRA Johnny Sitohang Adinegoro menghentikan pengadaan. Penjualan bahan tersebut bertentangan dengan Permendikbud nomor 8 tahun 2016 tentang buku yang digunakan satuan pendidikan.

Orang tua siswa mengeluh, harganya selangit. Produk itu hanya didapati di toko milik oknum pimpinan DPRD. Di toko itu, nama siswa sudah tertera. Di sisi lain, pola itu cenderung melelahkan siswa karena terus diberi pekerjaan rumah (PR) sementara penjelasan di ruang kelas minim.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.