- Advertisement -

Stok Obat Dasar di RSU Sidikalang Kosong

Dairinews-Sidikalang
Pasien peserta Badan Penyelenggaran Jaminan Sosial (BPJS) di rumah sakit umum Sidikalang milik Pemerintah Kabupaten Dairi Sumatera Utara, masih dibenani pembelian obat ke apotek. Setidaknya, itu terjadi pada keluarga Maya Sihite dirawat di ruang Bougenville, Rabu (14/9/2016).

Maya dirawat pasca mengikuti parsalinan. Kandungannya meninggal dunia diduga akibat keterlambatan penanganan oleh bidan desa. Suami Maya, Mangiring Siregar (37) penduduk Batu Kapur Desa Karing Kecamatan Berampu, Kamis (15/9/2016) mengatakan, pagi itu sekira pukul 04.00 Wib, dia memanggil bidan. Namun pelayan masyarakat di desanya tak mau datang. Dia memperoleh alasan menyakitkan, bahwa keluarganya tak pernah berobat ke bidan itu.

Seterusnya istri dilarikan ke RSU naik angkot dalam posisi pendarahan. Dokter memang bilang, harus dioperasi agar si ibu selamat. Kemungkinan, bayi sudah meninggal. Setelah persalinan, Maya dirawat di ruang Bougenville.

Belanja obat diurus keluarga. Diakui, dia memberikan Rp30 ribu kepada keluarga. Sementara itu, seorang ibu rumkah tangga notabene keluarganya membenarkan, diarahkan petugas medis beli obat ke apotek di sekitar rumah sakit. Katanya beli ke apotek F. Mungkin, obat tambahannya itu, kata keluarga Maya.

Direktur Rumah Sakit Umum dr Daniel Sianturi dan Tata Usaha Lilis SKM belum berhasil dikonfirmasi. Ruangannya tertutup. Seorang pekerja mengakui, beberapa obat ditalangi BPJS memang habis. Terpaksa dibebankan kepada keluarga pasien. Kalau keluarga tidak mengajukan klaim disertai kwitansi, uang itu bakal lewong.

Pekerja mengungkap, stok obat dasar memang habis. Kosong selama 2 minggu. Diantaranya alat injeksi diazepam dan epinefri. Pasien tidak bisa dioperasi tanpa ketersediaan komponen ini. Karenanya, terpaksa dibeli. Asal operasi, ya beli. Terus mau dibilang apa. Manajemen kayaknya kurang peduli. Padahal, ini persoalan keselamatan nyawa masyarakat lho. Warga Dairi menggantungkan harapan kesembuhan di sini.

“Ai boha ma dohonon. Songon na so adong be parduli. On obat dasar do on. Alai dang diparade. Ujung na, sai lalap keluarga pasien menuhor piga massam obat. (D01)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.