- Advertisement -

Semua Etnis Berkontribusi di Pesta Njuah-Juah

Dairinews- Sidikalang

Pesta Njuah-Njuah Kabupaten Dairi Sumatera Utara   tahun 2016 di Gedung Nasional Djauli Manik di Jalan Sisingamangaraja Sidikalang berlangsung meriah, Senin (26/9/2016).  Kepala Dinas Parawisata Pemuda dan Olah Raga, Leonardus Sihotang mengatakan,  jumlah peserta kirab tercatat 1600 orang. Angka itu meningkat dibanding tahun-tahun sebelumnya.

 

“Animo masyarakat sangat tinggi.  Sejumlah kontingen ambil bagian”  kata Leonardus. Dia meminta dukungan penuh  pimpinan demi sukses agenda.

 

Pemuka masyarakat, Raja Adin Ujung mengatakan,  Pesta Njuah-Njuah ini harus menjadi milik semua lapisan masyarakat.  Bukan hanya milik suku Pakpak.  Sub etnis Pakpak adalah bagian terpenting dari kekayaan Indonesia. Sama halnya dengan suku Toba, ketika ada bagian budaya tersebut yang hilang itu juga adalah kelemahan seluruh Bangsa Indonesia. Partisipasi rakyat merupakan  bukti  kebersamaan  seluruh komponen. Dairi adakah minatur harmoni nusantara.  Semua hidup  rukun.

 

Dia berharap, agenda ke depan terus disempurnakan. Diakui, even ini mengalami kemajuan pesat. Bersamaan itu, Ardin mengusul agar pemerintah mengalokasikan  dana pembinaan di setiap kecamatan. Selama ini, pendanaan menjadi beban.

 

Saat karnaval,  seluruh etnis di daerah ini menunjukkan kecintaan. Mereka tampil dengan pakaian adat masing-masing dan tarian . Batak Toba, Karo, Simalungun, Nias, Tionghoa, Jawa, Sunda, Minang  membawa  kontingan melaju sembari menyapa  Bupati Kabupaten Dairi KRA Johnny Sitohang Adinegoro,  Wakil Bupati Irwansyah Pasi, Kabid Promosi Wisata Buatan pada Kementerian Parawisata  Hendri Karnoza, Kadis Parawisata Sumut Elisa Marbun dan sejumlah pejabat.  Komunitas fashion show juga  ambil peran mempercantik rangkaian acara.

 

Beberapa sekolah juga unjuk kemampuan seni. SMA Negeri 1 Sidikalang mempertunjukkan  musik kolaborasi berikut  pakaian adat, begitu juga SMPN 1, SMPN 2  Sidikalang, SMA Methodist, Perguruan Bukit Cahaya Sumbul, pelajar dari Kecamatan Tigalingga danSitinjo  menyuguhkan  drumband.

 

Sukut ni talun marga Ujung memimpin sodip (doa versi budaya  Pakpak) bersama si 7 marga anak brru bere yakni Angkat, Bintang, Sinamo, Gajah Manik, Kudadiri, dan Capah.

 

Sementara itu, Sanggar Perpi menampilkan  tari persembahan bertitel Nan Tampuk Mas.  Gadis berparas cantik mengenakan pakaian didominasi warna hitam sebagai ciri khas pakpak meliukkan tangan dan organ tubuh sebagai kreasi seni mengigatkan masyarakat pada  peradaban.  (D01)

 

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.