- Advertisement -

Proyek Drainase tanpa Pembuangan

Dairinews-Sidiangkat

Warga Jalan  Runding sekitaran gerbang 3 basecamp Kelurahan Sidiangkat Kecamatan Sidikalang Kabupaten Dairi Sumatera Utara  menyebut, proyek pembangunan drainase di sekitaran permukiman mereka tidak punya perencanaan baik.  Saluran di arah hulu tidak disertai parit di hilir. Akibatnya, depan rumah penduduk berlumpur atau becek akibat tanah berubah jadi anak sungai.

 

“Mengkel do iba mangida karejo ni Dinas Cipta Karya on. Dibahen bondar alai dang adong saluran pembuangan. Mungkin, maksud ni halak i asa ngali do ra aspal dalan on. Unang hatop habis ban no  motor” kata Sitompul.

 

Dikatakan, selepas dari drainase di gerbang 3, aliran air kandas. Seterusnya, air akan beserak ke badan jalan atau depan rumah masyarakat.

 

Entah ada rasa kecewa atau merupakan sindiran terhadap pengelola proyek, di parit semen di gerbang masuk, tertulis kata menggambarkan alat kelamin pria, kalau diucapka terdengar tidak sopan. Dan, di dekatnya dioret lagi dengan kata ‘fuck’. Di papan pengumuman tertera biaya Rp199.500 ribu dengan panjang 282 meter dikerjakan CV Bintang Lestari.

 

Kepala Bidang Penyehatan Lingkungan (PLP) pada Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang,  Ir Maruli Berasa, Kamis (29/9/2016)  mengatakan, nantinya akan dibikin parit lanjutan.  Rekanan diminta mengorek lagi. Namun, dia tidak menerangkan sampai dimana pengerukan dilakukan.

 

Staf Ahli Bupati, Marisi Sianturi menyebut, kegiatan fisik tersebut  dirasa janggal. Memang tidak ada saluran pembuangan.  Diapun mengaku heran, bagaimana cara membuat perencanaan.

 

“Bukan itu saja. Tahun kemarin juga ada proyek drainase di sekitaran base camp yang mengundang tertawaan. Tengok kalianlah di sana” kata Marisi.

 

Penduduk di hilir mengatakan, sebelum  pengorekan, jalan ke rumah tak bernah becek. Sekarang, jadi masalah.  Kalau dikorek lagi, bakal tambah biaya sebab mereka keluarkan uang buat bikin jembatan.  (D01)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.