- Advertisement -

Gereja Bukan Area Politik

Dairinews-Panji Bako

Gereja bukan area politik. Bagas ni Debata, ingkon pangkeon laho mangurupi ruas jala pasahathon barita na uli.  Dang laho inganan marpolitik mengalului harajaon di portibion. Mamuji Tuhan do di si marhite pambahenan dohot holong tu angka manisia.

 

Karenanya, sikap pendeta harus tegas. Kalau mau terjun di politik silahkan tanggalkan  tohonan pandita, tandas mantan Ephorus Huria Kristen Batak  Protestan  (HKBP), Pendeta DR SAE Nababan di kediaman anggota Majelis Parhalado Pusat (MPS) St Benpa Hisar Nababan di Panji Bako Desa Sitinjo 2 Kecamatan Sitinjo Kabupaten Dairi Sumatera Utara, Rabu (12/10/2016).

 

Bila seorang pendeta terperangkap politik, tentu pelayanan juga  cenderung memandang kepentingannya. Padahal, di sebuah gereja, jemaat mungkin berbeda haluan kepentingan. Di sisi lain, tidak dapat dipungkiri, bahwa oknum tertentu termasuk penguasa berusaha mempengaruhi pendeta demi kenyamanan. Karenanya, pendeta mesti tegas, jangan sesekali terlibat politik praktis. Jika beberapa kandidat misalnya minta didoakan, semua  mesti diperlakukan sama. Mereka harus diberi kesempatan setara.

 

Pendeta mesti berfikir  rasional, kreatif dan  kritis. Bukan melontarkan dukungan karena faktor marga dan sebagainya. Adik kandungnyapun, bila memang kurang layak, harus disampaikan. Perannya adalah mendewasakan.

 

“Jalankanlah tohonan. Kalau pendeta menyuarakan kebenaran, negeri ini pasti maju” kata DR SAE Nababan.

 

Penguasa, jangan menghalalkan segala cara. Jangan sesekali minta dukungan semisal jelang pilkada dengan lakon berpura-pura peduli. Politisi jangan menghitung apa yang telah diperbuat kepada gereja untuk menagih dukungan. Mau memberi, lakukan dengan sikap tulus.

 

DR SAE Nababan mengatakan, kasih sayang di dunia ini makin menipis.  Berlomba mengumpulkan kekayaan. Menumpuk harta secepet-cepatnya. Tondi ni portibion nungnga mangarajai angka jolma. Kalau pendeta tak mampu mengendalikan diri, kepada siapa lagi  umat mengadu.  Dia berharap, satu dua orang yang masih memegang prinsip  dan firman Allah, sebaiknya  meneruskan penyampaian ‘barita na uli’. Tuhan pasti membimbing demi keselamatan umat manusia. (D01)

 

 

 

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.