- Advertisement -

Junimart Dorong PDIP Panggil Bupati dan Kapolres

Dairinews-Sidikalang

Anggota Komisi 3 DR RI, DR Junimart Girsang mendorong fraksi PDIP DPRD Kabupaten Dairi Sumatera Utara memanggil Bupati dan Kapolres terkait pengumpulan dana untuk operasional Polres.

 

“Kabar itu sudah menyebar kemana-mana. Di Jakarta, issu tersebut santer dibicarakan. Makanya, PDIP perlu tunjukkan warna membela kebenaran. Ini bukan mencari kesalahan, tetapi mendudukkan substansi secara proporsional” kata Junimart saat minum kopi pagi bersama Resoalon dan wartawan  di Junimart Center di Panji Bako Desa Sitinjo 2 Kecamatan Sitinjo, Kamis (12/10/2016).

 

Fraksi bikin surat ke pimpinan. Soal ketua tak mau, itu hal lain. Kalau ketua tak mau teken panggilan, infokan saja ke wartawan. Lapor juga kepada Ketua Umum DPP Megawati Soekarnoputri dan Ketua DPD Sumut.  Dengan demikian, masyarakat bisa melihat, kualitas  dewan seperti apa. Komitmen Presiden Joko Widodo dalam rangka reformasi hukum harus dijunjung tinggi. Di sisi lain, Kapolri Tito Karnavian juga sudah membuktikan  sikap untuk membersihkan Polri dari perilaku negatif.

 

Junimart menyebut, sudah memperoleh bukti rekaman sebagai bahan awal. Legislator ini mengutarakan, kinerja pemerintah termasuk polisi  harus dikritisi. Patut diduga, ada praktik  yang yang tidak lumrah pada pertemuan itu.

 

Resoalon mengapresiasi motivasi Junimart. Dia segera mengumpul rekan di legislator untuk menyampaikan keinginan. Resoalon mengatakan, kurang etis pelaksanaan penggalangan dana dilakukan Bupati untuk Kapolres sementara mereka punya anggaran sendiri. Bagaimana Kapolres berani mengusut kasus korupsi kalau dia terperangkap permainan Bupati dan kepala SKPD. Artinya, upaya pemberian uang sudah dilakukan secara terang-terangan.

 

Sebelumnya, Kapolres AKBP Kobul Syahrin Ritonga  melalui Kasubbag Humas Iptu Manusun Hutasoit mengatakan, belum menerima uang tersebut.  Pihaknya akan menerima anggaran sesuai mekanisme. Dia berpendapat, pengumpulan uang merupakan  spontanitas Bupati.

 

Wakil Bupati Irwansyah Pasi mengatakan, uang tidak jadi dikumpul lantaran acara dibatalkan. Dia berpendapat, penggalangan dilakukan secara spontanitas. Menurutnya, pengumpulkan dana sedemikian tidak diperbolehkan.

 

Sebagaimana disiarkan media massa, Bupati mengumpulkan uang dari kepala SPKD dan kepala bidang di aula Kamtibmas Polres dairi di Sidikalang, Jumat (7/10/2016) malam. Dari Kadis Cipta Karya Rp5 juta, Kepala Bappemas Rp5 juta dan Kabid Rp4 juta, Kepala Bappeda Rp8 juta, Asisten Pembangunan dan Staf Ahli Bupati Rp7 juta, Kadis Pendidikan Rp4 juta.

 

“Kalau Tuhan memberi kita rejeki misalnya punya handphone, janganlah dipakai untuk merekam. Kalau direkam, berarti tidak kondusif” kata Bupati KRA Johnny Sitohang Adinegoro. Kala itu, wartawan merekam perjalanan agenda yang berujung batal. (D01)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.