- Advertisement -

Oknum Sekdes Sosor Lontung Dilapor ke Polisi

Dairinews-Sidikalang

Oknum Sekretaris Desa Sosor Lontung Kecamatan Siempat Nempu Kabupaten Dairi Sumatera Utara berinisial   TMS dilapor ke Polres Dairi, Kamis (27/10/2016).  Pengaduan  dibikin Tulus Tarihoran seorang wartawan bertugas di daerah otonom dimaksud menyusul dugaan penghinaan dan penyalahgunaan elektronik.

 

Laporan diregistrasi dengan nomor STPL/254/X2016/DR/SU/SPK. Tulus menerangkan, pada hari itu, dia bersama  teman seprofesi membuka facebook guna mengetahui kegiatan  kepala desa yang sedang mengikuti bimbingan teknis ke Jogjakarta.

 

Di akun  TMS tertera gambar Bupati KRA Johnny Sitohang Adinegoro  sedang duduk satu meja dengan TMS.  Di hadapan mereka, terhidang minuman diantaranya  bir . Pada bagian lain, TMS juga  mengupload foto keikutsertaan anggota DPRD Depriwanto Sitohang ikut dalam rombongan.

 

Pada kolom komunikasi, Frans Togatorop Bere Karona menulis komentar ‘kayak udah masuk di SIB beritanya itu, gimana itu gi. He he’ .

 

Kemudian TPS  membalas  dengan kalimat ‘awal untuk kebaikan memang penuh tantangan. Sayangnya, ngak ada seekorpun wartawannya yang ikut pelatihan ini…beritanya jadi sepihak,bang’.

 

Tulus bersama  Parulian Nainggolan, Rudy Hartono Sitanggang dan  Marulak Siahaan yang menjadi saksi pelapor  merasa tersinggung atas adanya tulisan ‘seekor wartawan’.  Pernyataan sedemikian dianggap menghina dan melecehkan profesi. Marulak menyebut,  TMS yang juga  agen asuransi tidak ayak merendahkan martabat orang lain termasuk menghina profesi.  Seekor itukan  satuan untuk ….

 

Kepala Desa Sosor Lontung  Budi Manullang membenarkan, TMS adalah pelaksanan tugas (Plt) Sekdes.  Pengangkatan sebagai Plt sesuai surat kepala desa. Keberangkatan ke Jogja digantikan Sekdes lantaran dia punya harus  mengikuti  upacara adat. Budi mengatakan, kalimat itu tidak etis. Dia berencana meminta  TMS menemui wartawan.

 

“Nungnga bolak-balik hutelepon. Alai dang boi masuk. Molo mulak annon, hutonahon pe asa didapothon hamu” kata Manullang.

 

Kasubbag Humas Polres Dairi. Iptu Manusun Hutasopit sempat menengok  komentar tersebut saat diskusi dengan wartawan sebelum pembuatan pengaduan. Kalau seperti ini, jelas ada potensi pidananya. Proses ini agak panjang lantaran harus mengundang   saksi ahli bahasa dan IT.

 

“Perbuatan tidak menyenangkan, menghina serta menyalahgunaan  IT” kata  Hutasoit.  Tulus telah dimintai keterangan di Satuan Reserse dan Kriminal sedang saksi menunggu giliran.

 

Sekedar mengabarkan, kini, kalimat ‘kasar’ itu sudah diubah.(D01)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.