- Advertisement -

Tiga Minggu Diaspal, Sudah ‘Marduhut’

Dairinews-Kalang Simbara

Proyek pengaspalan jalan menghubungkan Desa Kalang Simbara-Batu Sindor Kecamatan Sidikalang Kabupaten Dairi Sumatera Utara mengundang suara protes. Wakil Ketua DPRD Dairi, Ir Benpa Hisar Nababan, Senin (31/10/2016) mengatakan, baru sekitar tiga minggu diaspal,  sudah ditumbuhi rerumputan.

 

“Tolu minggu dope dung diaspal, alai nungnga mulai marduhut. Boha muse ma tolu bulan nai?” kata Benpa di gedung dewan.

 

Patut  diduga, proyek asal jadi.  Pengawasan lemah. Kalau petugas berskap tegas, siapa berani macam-macam.  Bila tidak ada tindakan, Benpa menyebut, bakal ada konsekwensi. Misalnya,  Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati ditolak. Dan kalau perlu, dewan menyurati Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) sehingga dibikin sebagai objek audit.

 

“Harus dibongkar itu. Hati-hati bila keuangan dibayar 100 persen!” tandas Benpa.

 

Presiden Joko Widodo sudah menegaskan agar kepala dinas jangan hanya urus SPJ.  Kadis Bina Marga dan Sumber Daya Air  mesti turun ke lapangan.  Pimpinan SKPD seyogianya menunjukkan tanggung jawab. Buktikan dan wujudkan  ‘Dairi Hebat’

 

Benpa menyebut, lokasi proyek hanya berjarak sekitar 3 kilometer dari kantor Bupati. Bila di depan mata saja terkesan buruk, bagaimana lagi di pelosok desa yang jauh dari pantauan. Apakah  Bupati perlu turun tangan untuk kasus ini? Benpa mengatakan, beberapa anggota dewan sudah  mengkritisi  proyek berkualitas rendah pada sidang paripurna. Nah, ini bakalan terulang lagi.

 

Di papan pengumuman, tertera  bahwa proyek dimaksud sepanjang 500 meter x 3 meter. Besar biaya Rp221.900.000 dikerjakan CV Henry Giat. (D01)

 

 

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.