- Advertisement -

Dinas Pertanian Dairi Serahkan 50 Ribu Bibit Ikan Kepada Kelompok Tani

Dairinews-Sitinjo

Sebanyak 50 ribu ekor bibit ikan jenis ikan mas diserahkan oleh Dinas Pertanian Dairi melalui Bidang Perikanan kepada tiga kelompok tani di Dairi. Hal itu disampaikan Kabid Perikanan Dinas Pertanian Dairi Lamhot Silalahi, Selasa (15/11) di Panji Porsea Kecamatan Sitinjo Dairi.

Tiga kelompok tani yang mendapatkan bibit ikan mas yakni Kelompok Tani Peduk Desa Panji Porsea sebanyak 15 ribu ekor, sedangkan Kelompok Tani Las Roha Desa Sitinjo 1, dan Kelompok Tani Laba di Desa Bangun mendapat 35 ribu ekor. Penyerahan bibit ikan diberikan secara simbolis kepada ketua kelompok yang juga turut disaksikan anggota.

Penyaluran bibit ikan merupakan peningkatan pembudidayaan ikan tawar di luar kawasan Tao Silalahi. Program pengembangan perikanan budidaya ikan air tawar dengan tujuan untuk meningkatkan produksi ikan air tawar di daerah itu. Disebutkannya, pengadaan bibit ikan jenis ikan mas diplot di APBD Kabupaten Dairi Tahun 2016.

Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Peduk Desa Panji Porsea Menak Aritonang mengapresiasi penyaluran bibit ikan tersebut, meskipun agak terlambat. Sebab usulan itu tahun lalu. Beberapa kolam anggota sudah ditumbuhi rumput dan sudah dilakukan peninjauan. Semua anggota kelompok memiliki kolam ikan.

“Kita mengusulkan bibit ikan kepada Dinas Pertanian, Dari bibit yang diterima kelompok sebanyak 15 ribu ekor. Dan akan dibagi kepada seluruh anggota kelompok, masing-masing anggota mendapat 750 ekor,” ucapnya.

Anggota DPRD Dairi Markus Sinaga dilokasi penerahan bibit ikan mengatakan, pihaknya intens mengawasi penyerahan bantuan kepada kelompok tani, terkhusus penyerahan bibit ikan kepada kelompok tani di Panji Porsea ini. “Desa ini kan merupakan daerah tempat tinggal saya,” sebutnya.

Pengawasan ini dilakukan supaya penyerahan bantuan kepada petani betul-betul tepat sasaran. Tidak seperti sebelumnya, ada dugaan penyerahan sejumlah bantuan kepada kelompok tani fiktif, didalam laporan tersalurkan. “Untuk mengantisipasi dugaan fiktif itulah, makanya harus diawasi. Sesuai laporan mereka, bantuan diserahkan kepada kelompok tani,” tuturnya.(D04)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.