- Advertisement -

Kasihan Bah..Siswa SMPN Berampu Harus Bawa Kursi Sendiri

Dairinews-Berampu

Dedy Syahputra Sembiring (14) beralamat  di Dusun Hutasoit Desa Berampu  Kecamatan Berampu Kabupaten Dairi Sumatera Utara pelajar di SMPN Berampu harus membawa kursi dari rumah ke sekolah.

Siswa kelas VIII tersebut harus membawa kursi setiap hari supaya bisa mengikuti pelajaran. Ditemui wartawan, Sabtu (3/12) saat pulang sekolah, Dedy mengaku, setiap hari harus bawa tempat duduk  pulang pergi.

Dedy menyebut, kursi plastik dibawa  sejauh 2 kilometer sekali jalan. Diungkapkan, dia masuk ke sekolah itu sekira  satu minggu. Pria ini adalah  pindahan dari Al-Washiyah salah satu panti asuhan di Medan.

Ketika ditanya, kenapa dia mesti dibenani, Dedy mengatakan,  di sekolah tidak tersedia  lagi kursi sehingga disuruh guru untuk mempersiapkan dari rumah.  Dedy mengaku, satu ruangan terdiri dari  35 orang.

Terpisah, anggota Komisi C DPRD Dairi, Lisbet Tobing dimintai tanggapan mengaku, sudah mendapat informasi terkait hal itu. Lisbet  mengatakan, informasi agak ganjil itu   diperoleh saat  kunjungan lapangan (kunlap) dewan ke Dapil II minggu ini.

“Saya dapat laporan dari masyarakat akan hal itu, hanya saja saya belum konfirmasi sama kepala sekolah. Bila  benar demikian,  sangat disayangkan” kata Lisbet. Seyogianya, bila daya tampung tidak memadai, sebaiknya  jangan diterima.

Kasihan si anak, di bikin  capek. Dinas Pendidikan didesak  segera mengambil tindakan dan solusi. kalau memang tak mampu, Lisbet menyatakan siap membantu pengadaan.

Kepala Sekolah, R boru Sinurat didampingi Wakil Kepala Sekolah bidang kesiswaan bermarga Sinaga ditemui, Sabtu (3/12/2016) mengatakan,  Dedy  bukan siswa binaan mereka .

Kepala SMP itu mengatakan, keberadaan Dedy  tidak resmi (illegal). Pasalnya, siswa bersangkutan belum mendaftar secara resmi. Dokumen  administrasi perpindahan belum diterima. Dengan nada emosi, Kepala Sekolah mengatakan, bahwa keberadaan siswa pindahan itu tidak dia ketahui.

Diakui, sebelumnya  Tiurmaida Pardede guru bidang studi  mengusulkan adanya  siswa mau mendaftar. Tetapi dijawab, daya tampung sudah penuh. Siswa dimaksud  tidak bisa diterima lagi, jelasnya.

Dia kembali menandaskan, penerimaan  bukan sepengetahuannya.

“Saya tidak akan takut kalau  1000 wartawan lagi  datang mempertanyakan. Aku juga punya wartawan” kata kasek. (D03).

2 Komen
  1. Wahidin Capah berkata

    Berita bagus. Aktual dan lengkap.

    1. Redaksi Dairi News berkata

      lias ate mo partua nami.

Balas Untuk Redaksi Dairi News
Batal Balas

Alamat email anda tidak akan disiarkan.