- Advertisement -

Oknum DPRD Panggil Staf Pakai ‘Piltik Jari’

Dairinews-Sidikalang

Staf Sekretariat DPRD Kabupaten Dairi Sumatera Utara minta ampun terhadap perlakuan oknum anggota dewan.  Mengeluh tak tahan lagi. PNS diperlakukan sebagai orang rendahan serta jauh dari  nilai kemanusiaan. Karenanya, mereka berusaha mengelak bila dilibatkan dalam perjalanan ke luar kota.

 

Seorang PNSmengungkap, beberapa waktu lalu, dirinya merasa dipermalukan saat kunjungan ke Kantor Bupati Magelang. Sakit hati. Pasalnya, oknum dewan memanggilnya dengan cara main petik jari. Kalau untuk yang seorang itu, sumber memilih tak turut serta berangkat.

 

“Songon na mamancing anduhur asa manguku?” tanya wartawan.  Pegawai itu mengatakan, mirip seseorang melatih burung agar  mengeluarkan suara khas. Songon na dibahen tu pidong i ma…   PNS itu kemudian mempraktekkan bagaimana dia dipanggil ala petik dua jari guna dilayani. Saat itu, sumber menyebut, berdiri persis di samping Kepala Bagian Umum Pemkab Magelang.

 

“Ngeri kali kurasa bah. Kejam hian pambahenan na i. Au pe anak ni pejabat do alai dang hea hubahen sonon i. Haru amonghu, manjou au pangke panggoraon do” kata PNS. Sejak saat itu, pegawai ini menyebut, tak pernah mau  mendampingi oknum kalau tugas luar. Silap-silap, bisa lepas kesabaranku. Dari segi umur pun, tak pantas dia bikin gitu samaku” kata  PNS korban perasaan di ruang tamu DPRD Jalan Sisingamangaraja Sidikalang, Senin (5/12/2016).

 

Diutarakan, Sekretaris DPRD dan staf adalah fasilitator kegiatan. Yakni mendukung pelaksanaan tugas. Bukan mengurus pribadi.  Marputar do portibi on. Martingki do sude. Tabereng ma haduan.

 

Suatu hari, kata sumber, bawahannya juga dibikin begitu. Kebetulan, bawahan lagi duduk berdampingan dengan sumber. Teman memberitahu bahwa mereka dipanggil. Sumber menyebut, tak usah ditengok dan dimaui kalau modelnya kayak gitu. Tak sopan!  Diutarakan, beberapa staf juga pernah dimarahi. Padahal, staf bukanlah bawahan  anggota DPRD.  Bupati saja tak pernah ‘main piltik’  kalau panggil anggota.

 

Wakil Ketua DPRD, St Ir Benpa Hisar Nababan mengatakan, sudah mendengar kabar dugaan ‘oknum dewan sombong’.  Legislator seyogianya jadi panutan bagi lingkungan kerja. Dasar apa memarahi  staf?  PNS di sekretariat itu bertanggung jawab kepada Sekwan.

 

Janganlah mentang-mentang, kata Benpa.  Dewan itu periodenya lima tahun. Sedang PNS, sampai 58 tahun. Dia mengajak anggota dewan menghargai  tim kerja. Kalau sempat sekretariat tak mau membantu, mau bilang apa?  Datung laho memboan-boan tas ni iba dohot par sekretariat i. Molo si nuan  eme, eme do na tubu. Perbuatlah kebajikan.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.