- Advertisement -

Upah Perawat Rp1,3 Juta, Disunat Rp50 Ribu

Dairinews-Sidikalang

Dugaan praktik  pungutan liar (pungli) di rumah sakit umum Sidikalang milik Pemerintah Kabupaten Dairi Sumatera Utara berjalan mulus. Kabar diperoleh wartawan mengungkap puluhan honorer menjadi korban  kesewenang-wenangan. Dari upah per bulan Rp1,3 juta, setiap orang dikenakan potongan Rp50 ribu. Korban tak diberi penjelasan dikemanakan uang  tadi serta apa dasar potongan.

Ini mainnya tersistem. Pelakunya bukan hanya 1 orang, kata sumber. Disebutkan, awalnya, honor hanya dialokasikan kepada pekerja non medis. Sedang  tenaga kerja sukarela (TKS)  berjumlah puluhan orang hanya mengharapkan jasa medis. Artinya, TKS bekerja tanpa penghasilan resmi.   Kesenjangannya besar. Sejak tahun 2016, TKS mendapat alokasi dari APBD.

“Setiap pencairan disunat Rp50 ribu per bulan. Apalah mau kami bilang. Siapa berani melawan” kata sumber menambahkan uang diterima dari boru T.

Sekretaris Daerah, Sebastianus Tinambunan dikonfirmasi belum lama ini mengaku belum memperoleh informasi. Pihaknya pasti menelusuri. Sebastianus membenarkan, pernah marah kepada Direktur Daniel Sianturi lantaran 2 hal. Yakni pelayanan pasien dan keterlambatan  penyampaian laporan pertanggungjawaban.

Direktur telah menggelar pertemuan terbatas menyusul bocornya rahasia dimaksud. Para honorer dikumpul di ruang Direktur. Namun, mereka bukannya mendapat solusi. Pekerja non PNS tersebut   malah  dimarahi. Malah diancam, kalau tidak suka silahkan keluar. Banyak lamaran  menunggu.

Oknum  pejabat struktural di bawah Direktur menekankan kepada peserta bahwa dirinya tidak takut kepada Bupati. Mau kalian lapor pun sama Bupati, saya tidak takut. Terlalu memang, kekuasannya bukan untuk membantu orang lemah, ujar sumber. Kamipun diam ajalah, kata sumber. (D01)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.