- Advertisement -

Banyak Makan Korban, Tikungan Pintu Angin masih ‘akan-akan’

Dairinews-Kutabuluh

Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kementerian PUPR Sumut, Ir Paul Ames Halomoan Siahaan  kepada wartawan, Jumat 06/01/2017) di Kutabuluh Kecamatan Tanah Pinem  membenarkan, kasus  jalan amblas di Pintu Angin Desa Pangambatan Kecamatan Merek Kabupaten Karo sudah diterima.

Laporan memang  sudah masuk. Nanti akan diperbaiki. Ditanya kapan ditangani, Paul menyebut, tergantung ketersediaan anggaran. Uang kan terbatas, tentu ada yang didahulukan.

Kala didesak wartawan Paul-pun memanggil staf, Julius Sinaga. Ini teman wartawan nanya, gimana itu jalan amblas di Pintu Angin menghubungkan Kecamatan Sumbul-Merek. Kalau saya,kan mana hafal semua, kata Paul.

Nanti akan diperbaiki, pak, kata Julius ke arah pimpinannya. Diapun tak dapat memberi jawaban konkret. Diutarakan, usulan  penanganan  terkini telah disampaikan tahun 2016 tetapi belum terealisasi. Lagian, kalau dilakukan pelebaran, mesti dapat ijin dari Menteri Kehutanan. Lokasi tersebut adalah kawasan hutan. Perlu koordinasi lintas kementerian.

Terpisah, anggota DPR RI dapil Sumut III, DR Junimart Girsang menandaskan, segera kembali membicarakan langsung dengan Menteri Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat. Dia berpendapat, pemerintah lamban menangani.

Di tikungan  curam tersebut, sudah banyak korban jiwa. Tahun 2016, satu keluarga berikut mobil  terjun bebas hingga meninggal dunia. Dia prihatin, tugas pemerintah diambil alih relawan. Setiap hari selama 24 jam,  beberapa pemuda bersiaga di jalur mengerikan  menahan dingin dan kabut demi mengatur lalulintas. Hujan deras pun ditahan mengandalkan senter. Kalau relawan tersebut absen, peristiwa mengerikan diyakini lebih banyak.

Dia menandaskan,  pemberian sesuatu oleh pengemudi kepada relawan bukanlah pungli. Mereka menyediakan jasa luar biasa di tengah kealpaan pemerintah. Sepengetahuannya tak ada pemaksaan kepada pengendara. Diberi syukur,  tak diberi juga tetap ikhlas  mengarahkan pengemudi.

“Saya akan gedor kembali kementerian” tandas  Junimart.

Sekedar mengabarkan, selain beberapa Bupati dan Walikota kerap bolak-balik di jalur ini, Gubernur Sumut Tengku Erry Nuradi sudah melintas di lokasi nan angker tersebut. Pun demikian,  rencana perbaikan masih ‘akan-akan…’. Akses tanpa penyangga serta curam dimaksud sudah berlangsung 5 tahun lebih. (D01)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.