- Advertisement -

Luhut Matondang Tangani Proyek Sidikalang-Kutabuluh Rp240 M

Dairinews-Kutabuluh

Pembangunan  ruas jalan nasional  menghubungkan Sidikalang-Kutabuluh-Lawe Pakam Kecamatan Tanah Pinem Kabupaten Dairi Sumatera Utara dimulai.  Graund breaking  ditandai penekanan tombol  sirene dan pemecahan kendi  oleh Bupati KRA Johnny Sitohang Adinegoro dan Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kementerian PUPR Sumut,  Paul Ames Halomoan Siahaan. Agenda dilangsungkan di Desa Kutabuluh Kecamatan Tanah Pinem, Jumat (06/01/2017).

Paul menyebut, proyek dimaksud berbiaya Rp240.537.595.000. Kegiatan berlangsung selama 3 tahun dan berakhir Desember 2019. Sumber dana berasal dari APBN. Dijelaskan, setelah masa pemeliharaan berakhir, daya tahan fisik ditarget 10 tahun. Paul berharap, pemerintah daerah  memberi dukungan demi keberhasilan proyek.

Pejabat Pembuat Komiten (PPK), Julius Sinaga mengatakan, proyek itu ditangani  PT Yala Sabaritha JO atas nama Luhut Matondang.  Penetapan pemenang sudah melewati seleksi ketat. Dari berbagai pengalaman dan kesiapan, perusahaan ini dipandang terbaik dan qualified.

Menurutnya, panjang lintasan mencapai 94 kilometer meliputi  Kecamatan Sidikalang-Siempat Nempu Hulu, Tigalingga dan Tanah Pinem. Selain pengaspalan hotmix juga dilakukan pelebaran dengan rata-rata  6 meter. Menurutnya, masyarakat patut bangga sebab rekanan pelaksana adalah putra daerah.

 

SEGERA DIPERBAIKI: Ruas jalan rusak parah di Desa Kutabuluh Kecamatan Tanah Pinem Kabupaten Dairi Sumatera Utara segera diperbaiki menyusul penandatangan kontrak oleh BBPJN Sumut dengan kontraktor, Jumat (06/01/2017). (dairinews)
SEGERA DIPERBAIKI: Ruas jalan rusak parah di Desa Kutabuluh Kecamatan Tanah Pinem Kabupaten Dairi Sumatera Utara segera diperbaiki menyusul penandatangan kontrak oleh BBPJN Sumut dengan kontraktor, Jumat (06/01/2017). (dairinews)

Arahan serupa disampaikan Bupati . Dia meminta masyarakat mendukung.  Disarankan agar masyarakat lebih mengedepankan kepentingan umum. Semisal, kalau pekarangan rumah terkena pelebaran, sebaiknya bersikap rela berkorban.

“Pers jangan hanya berani mengawasi proyek kabupaten. Proyek nasional juga mesti dikontrol. Jangan ada kesan tambal sulam” kata Bupati.

Pengusaha, Luhut Matondang mengatakan, berusaha  merealisasikan kualitas terbaik. Pun demikian, daya tahan konstruksi  butuh peran serta berbagai komponen.  Truk bermuatan  berat, seyogianya dimonitor pemerintah dan warga. Sekuat apapun bangunan, kalau digilas  kendaraan  berbobot di luar ambang batas, manfaatnnya  juga tak maksimal.

Sampah juga jangan dibuang ke  drainase. Kalau saluran tumpat, tentu  meluap ke jalan” kata Matondang. (D01)

 

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.