- Advertisement -

Hassit Nai, Par Suka Dame Belanja ke Tiga Binanga 25 Kilometer

Dairinews-Sidikalang

Derita warga Desa Suka Dame Kecamatan Tanah Pinem Kabupaten Dairi  Sumatera Utara kian berat. Hassit hian ma…Porsuk situtu di jaman kemerdekaan on. Menyusul badan jalan amblas pertengahan Desember 2016  lalu,  akses penduduk ke Tigalingga pun putus total. Padahal, jarak normal  ibukota desa, yakni Dusun Juma Batu ke pasar berkisar 10 kilometer. Kini, mereka terpaksa  berlelah-lelah mendapatkan  bahan pangan dan kebutuhan lainnya ke Kecamatan Tiga Binanga Kabupaten Karo berjarak 25 kilometer.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Bahagia Ginting di Sidikalang, Kamis (19/01/2017) membenarkan, pihaknya sudah melakukan kunjungan lapangan, Rabu (18/01/2017). Terdata, ada 4 titik longsor di desa dimaksud menuju Tigalingga. 2 diantaranya telah ditangani lewat swadaya. Hanya saja  tetap saja belum bisa dilalui kendaraan roda 4. Salah satunya adalah  menghubungkan Dusun Juma Batu-Pamah

 

TERTINGGAL: Kualitas fasilitas publik berupa jalan di Desa Suka Dame Kecamatan Tanah Pinem Kabupaten Dairi Sumut jauh tertinggal. Jalan masih berupa lumpur, Rabu (18/01/2017)
TERTINGGAL: Kualitas fasilitas publik berupa jalan di Desa Suka Dame Kecamatan Tanah Pinem Kabupaten Dairi Sumut jauh tertinggal. Jalan masih berupa lumpur, Rabu (18/01/2017)

Satu-satunya  akses keluar-masuk adalah melalui Juhar-Tiga Binanga Kabupaten Karo.  Dan, jalur inilah yang ditempuh tim. Mereka harus  lintas Tigalingga-Kutabuluh-Tiga Binanga dengan tempo  lebih lama.  Alat transportasi tersedia adalah jenis hardtop bak terbuka. 1 unit mampu membawa 20 orang dimana setiap orang dikenakan ongkos Rp50 ribu pergi-pulang. Sebagian penumpang terpaksa berdiri. Jok tak ada kayak mobil pribadi atau angkot. Dibikin dari papan memanjang.

Ginting menyebut, segera melapor ke Bupati guna mendapat atensi prioritas.  Model  rehabiltasi adalah pemasangan bronjong dan pengalihan  ruas jalan.  Diutarakan, desa itu terdiri dari 5  dusun didiami 400 keluarga. Yaitu  yakni   Pamah, Juma Batu, Pinem, Sigedang dan Rambah Telko. Jarak antar permukiman juga jauh serta di kelilingi hutan belantara. Kendari terpenmcil, penduduk tergolong  giat bertani. Cabe, jahe dan jagung inentif dibudidayakan.

Sementara itu, kendati realitas  bahwa infrastruktur buruk masih jamak ditemui, Bupati KRA Johnny Sitohang Adinegoro  kepada Ketua Umum DPP  Partai Golkar Setya Novanto tahun lalu menyebut, jalan kabupaten di daerah ini seratus persen mulus. Tinggal jalan nasional  dan propinsi yang butuh pembenahan. (D01)

 

 

 

 

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.