- Advertisement -

Kajari Dairi Digugat Praperadilan

 Dairinews-Sidikalang

Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus (Kasis Pidsus) pada Kejaksaan Negeri Dairi Sumatera Utara, Wijaya SH   membenarkan, pihaknya sedang mengikuti  proses persidangan di Pengadilan Negeri Sidikalang terkait gugatan praperadilan. 4 komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pakpak Bharat mengajukan praperadilan terkait  penyidikan kasus dugaan korupsi ditangani kejaksaan.

Wijaya SH
Wijaya SH

“Sudah 2 kali sidang digelar. Dalam waktu dekat segera diputus majelis hakim” kata  Wijaya didampingi Kasi Intel Ferdiansyah di Sidikalang, Jumat (03/02/2017).

Adapun komisioner dimaksud adalah Ketua Sahitar Berutu dan anggota Ren Haney Manik, Daulat Solin dan  Tungul Monang Bancin. Sedang komisioner Sahrun Kudadiri tidak  turut serta sebagai pemohon. Dasar gugatan, pemohon berpendapat bahwa surat perintah pemyidikan (sprindik) tidak sah.

Itu hak mereka. Pada dasarnya, jaksa bekerja sesuai rambu, kata Ferdiansyah. Dibenarkan, lima komisioner telah ditetapkan sebagai tersangka terkasit kasus dugaan korupsi dana hibah pemilu DPR RI, DPD RI,  DPRD propinsi, DPRD kabupaten/kota, pilpres tahun 2014 berbiaya Rp641 juta. Berdasarkan hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP),  nilai kerugian keuangan negara Rp220 juta. Sementara itu, 2 unsur sekretariat yakni atasan bendahara pembantu berinisial HL dan bendahara pembantu berinisial AS telah ditahan lebih awal dan kini menjalani persidangan di Pengadilan Tipikor Medan.

Sebagaimana diberitakan berbagai media,  Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) medio Oktober 2015 memberi teguran jeras kepada KPU Pakpak Bharat. Mereka juga diharuskan mengembalikan kerugian negara masing-masing Rp60 juta untuk ketua dan Rp40 juta bagi anggota.

Perintah bayar sudah dipenuhi dengan cara mencicil.  (D01)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.