- Advertisement -

Jokowi: RI akan Masuk 4 Besar Ekonomi Dunia di 2045

Jakarta – Pemerintah menggeber pertumbuhan ekonomi lewat pembangunan infrastruktur dan industri. Lewat pembangunan ini, Indonesia akan menjadi negara dengan kekuatan ekonomi terbesar keempat di dunia.

Menurut Presiden Joko Widodo (Jokowi), capaian tersebut sudah diperhitungkan Menteri Koordinator Perekonomian, Darmin Nasution, dan Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati.

“Indonesia akan menjadi negara dengan ekonomi 4 besar dunia di 2045. Saya percaya hitungan itu, siapa yang meragukan Bu Sri Mulyani, Pak Darmin? Yg hitung bukan saya, ini pakar-pakar kelas internasional semua,” ujar Jokowi dalam acara Rakernas BPP (Badan Pengurus Pusat) Hipmi di Hotel Ritz Carlton, Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (27/3/2017).

Selain itu, di 2045 nanti Produk Domestik Bruto (PDB) yang mencapai US$ 9,1 triliun dengan pendapatan per kapita yang bisa mencapai US$ 29.000 di 2045 mendatang. Proyeksi ini dengan mempertimbangkan jumlah penduduk Indonesia yang mencapai 309 juta dan pertumbuhan ekonomi yang berada di level 5-6%.

“Pada tahun 2045 jumlah penduduk kita 309 juta, pertumbuhan ekonomi kita 5% sampai 6%. PDB capai US$ 9,1 triliun, income per kapita US$ kita sekarang 3.500-an, di 2045 capai US$ 29.000. Ini loncatan yang amat besar,” kata Jokowi.

Jokowi juga punya rencana besar mendongkrak pertumbuhan ekonomi lewat pembangunan infrastruktur dan industri. Pertama, Jokowi menyebutkan pembangunan infrastruktur harus menjadi fokus pembangunan saat ini. Dengan pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan maka bisa menurunkan biaya logistik dengan semakin mudahnya keterjangkauan.

“Karena ini yang akan memperkuat competitiveness kita, biaya logistik lebih murah. Yang berkaitan dengan listrik, jalan tol juga sama kita bekerja tiga shift, yang berkaitan dengan airport, jalur kereta api, pelabuhan juga sama. Karena tanpa itu jangan harap kita bisa bersaing,” jelas mantan Gubernur DKI Jakarta.

Kedua, industri pengolahan. Ke depan diharapkan tidak ada lagi ekspor barang mentah. Sumber Daya Alam (SDA) yang dihasilkan di bumi pertiwi harus diolah terlebih dahulu sehingga memiliki nilai tambah.

“Jangan kita sekali-sekali pada 10 tahun kedua masih ada yang berjualan bahan mentah, raw material. Semuanya harus barang minimal setengah jadi,” tutur Jokowi.

Ketiga, pengembangan industri jasa. Industri jasa di Indonesia dinilai memiliki potensi yang luar biasa. Misalnya sektor pariwisata, media, dan juga kuliner.

“Kemudian di 20 tahun ketiga, kita harus bisa masuk besar-besaran ke industri jasa. Kekuatan kita sebetulnya kekuatan alam. Sekarang kita baru proses bangun 10 destinasi wisata baru. Masuk di sana, masuk di sarana pendukung,” pungkas Jokowi.(detik.com)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.