- Advertisement -

HKBP Distrik VI Dairi Bekali 2000 Parhalado

Dairinews.com-Sidikalang

Sebanyak 2000 sintua (Parhalado) dari 2019 Gereja HKBP di Distrik VI Dairi dibina dalam peningkatan kualitas dan penegasan kembali tugas pokok sesuai agenda dan peraturan HKBP. Pembinaan sintua dalam rangka mengisi tahun pendidikan dan pemberdayaan 2017.

Hal itu disampaikan Ketua Panitia Tahun Pendidikan dan Pemberdayaan HKBP Distrik VI Dairi St Benpa Hisar Nababan, Senin (22/5) di gedung Serbaguna HKBP Sidikalang. Para sintua dibekali oleh Pdt Dr Sukanto Limbong yang juga dosen di STT HKBP Pematang Siantar. Pembinaan digelar di lima region yang sudah berjalan sejak beberapa minggu lalu seperti region satu di Lae Hole, dua di Lae Parira, tiga di Sumbul dan ke-empat di Sidikalang. Dan terakhir region lima, Selasa (23/5) yang diselenggarakan di Tiga Lingga.

Selain pembinaan sintua, juga akan menggelar pembinaan guru sekolah minggu dan kegiatan lainnya. Sedangkan puncak dari tahun pendidikan dan pemberdayaan akan diselenggarakan pada, 31 Oktober yang akan datang, sedangkan untuk tingkat resort, diselenggarakan 2 hari sebelum hari H. Acara puncak juga sekaligus perayaan 500 tahun reformasi gereja. “Selain HKBP, juga gereja luteran lainnya akan merayakan 500 tahun reformasi gereja,” ucapnya.

Sementara itu, Pdt Dr Sukanto Limbong mengatakan pembinaan sintua untuk peningkatan kualitas dan penegasan kembali tugas pokok. Disebutnya, tugas pokok sintua sesuai agenda HKBP yaitu,  mengajak atau memotivasi warga jemaat agar beribadah ke Gereja, mengajak anak-anak agar rajin ke sekolah minggu, mengunjungi anggota jemaat yang sakit untuk mendoakan, menyampaikan penghiburan kepada orang-orang yang berdukacita, mengajak orang-orang yang masih belum percaya dan menerima Tuhan Yesus Kristus sebagai juruselamatnya, membantu dan bertugas untuk pengumpulan dana serta keperluan yang dibutuhkan oleh gereja.

Di pembinaan mereka dibekali cara menggali (manguhal) dan menyampaikan khotbah, metode pemdampingan jemaat. Para sintua setiap hari minggu harus mempersiapkan Firman Tuhan, karena pelayan full timer tidak cukup untuk melayani semua gereja di Dairi. “Jumlah pelayan seperti pendeta, diakones, bibelvrouw terbatas, sehingga untuk pelayanan hari minggu harus dibantu sintua,” ucapnya.

Pembinaan ini, bagaima sintua dapat membawa jemaat merasakan, mengalami, menghayati dan merayakan perjumpaan dengan Tuhan. Diakuinya, tidak jarang jemaat kurang mendengarkan khotbah saat dibawakan sintua. Oleh sebab itu, isi khotbah, harus sesuai dengan kehidupan yang menyampaikan Firman Tuhan.(D04)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.