- Advertisement -

DPRD Sumut Dukung Penangkapan Alat Berat PU di Hutan Lindung

Dairinews.com-Sidikalang

Anggota DPRD Sumut fraksi partai Gerindra, Astrayudha Bangun kepada wartawan ditemui di ruang rapat Wakil Bupati Dairi di Jalan Sisingamangaraja  Sidikalang, Selasa (20/06/2017) menandaskan, mendukung langkah Kepala Dinas kehutanan Sumut atas penangkapan alat berat milik Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Dairi yang diduga memasuki kawasan hutan lindung.

Semua sama di depan hukum. Kalau ada kesalahan, harus ditindak. Siapapun tidak boleh masuk apalagi merambah hutan lindung, tandas  Astrayudha ditemani anggota DPRD Sumut Leonard Samosir dan Toni Togatorop. Kalau tak punya ijin, sikat! Dia berharap, kasus tersebut dilimpah ke Polda Sumut guna pengusutan lebih lanjut.

Kepala Dinas PU dan Penataan Ruang  perlu diperiksa. Masya memberikan alat untuk merambah hutan lindung? Apapun dikata, kepala dinas tersebut harus tahu tentang setiap status lahan. Apakah permukiman, hutan , suaka marga satwa dan lainnya. Mana bisa sembarang meminjamkan?

Wakil Bupati, Irwansyah Pasi menyebut, dirinya belum  menerima laporan langsung terkait kasus penangkapan 1 unit excavator. Pejabat ini menyebut, justru mengetahui kasus lewat media.

“Sampai sekarang, Kadis belum pernah melapor langsung ke saya” tandas Irwansyah. Ditandaskan,  dia mendukung upaya penindakan hukum. Silahkan diproses. Tak ada melindung-lindungi oknum tertentu kalau salah.

“Ngak tahu atau pura-pura bodoh? Masya ngak tahu kemana alat dipakai? Masya Kadis tak tahu sampai dimana batas hutan? Itukan tupoksinya, mengurus tata ruang! ”  kata Irwansyah.

Sebelumnya, Kadis PU dan Penataan Ruang Lasma Duma Tobing membenarkan, alat berat ditangkap Dinas Kehutanan Sumut  atas dugaan bekerja di hutan lindung, Senin (12/06/2017). Excavator berikut operator Sukardi Nababan dibawa dari Desa Barisan Nauli Kecamatan Sumbul.  Menurutnya, alat dipinjam Raden Togatorop untuk membuka jalan ke lahan pertanian masyarakat. Seluas 8 hektar areal dibuka. Kegiatan berjalan 1 bulan mengerahkan 2 alat secara bergantian.

Lasma Duma menyebut, tak pernah kunjungan lapangan. Sebab, dia mengingatkan bahwa pekerjaan tidak boleh masuk hutan lindung dan jangan dipakai menebang 1 pohon pun. Kasus telah dilapor ke Bupati, Johnny Sitohang.  Kontrak awal diteken Kepala UPT Perakatan  Mangihut Simaibang dan kontrak kedua ditandatangani Antonius Surbakti. Kadis  turut membubuhkan tanda tangan.

Lasma Duma menyesalkan Kadis Kehutanan lantaran penangkapan tanpa kordinasi. Tak pernah sosialisasi.  (D01)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.