- Advertisement -

Jalan Nasional Perbatasan Dairi-Karo Minim Rambu Peringatan

Dairinews.com-Sidikalang

Kasatlantas Kepolisian Resor Dairi Sumatera Utara AKP Hasan menegaskan, ruas jalan nasional perbatasan Kabupaten Karo dengan Kabupaten Dairi masih minim rambu peringatan lalulintas.  Demikian dijelaskan AKP Hasan kepada wartawan, Kamis (27/7/2017) di Sidikalang.

Kasatlantas menerangkan, selain fasilitas jalan dan kenderaan yang buruk. Penyebab kecelakaan lalulintas (Lakalantas) disepanjang ruas jalan nasional itu adalah karena minimnya rambu peringatan.

Pengguna jalan (pengendara) minim peringatan khususnya pengendara yang jarang atau bahkan yang belum pernah melintas darisana. Sehingga, ketidakadaan rambu peringatan, pengendara tidak punya panduan jika melintas disana menyebabkan terjadinya kecelakaan.

Disebutkannya, pemerintah daerah harus mendorong Kementerian PUPERA melalui Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) wilayah I menambah rambu-rambu lalulintas supaya potensi kecelakaan bisa diminimalisir, ucapnnya.

Hasan mengatakan, medan jalan diruas jalan nasional tepatnya dihutan Lae Pondom, Desa Tanjung Beringin, Kecamatan Sumbul  membutuhkan banyak rambu-rambu peringatan. Selain minim rambu, dari segi kualitas, badan jalan perbatasan Kabupaten Karo-Dairi sebetulnya belum layak menyandang status jalan nasional.

Pasalnya, dari lebar serta kondisi beram jalan disana sangat buruk. Dimana, beram jalan sangat dalam diaripada badan jalan sehingga jika kenderaan masuk beram bisa terbalik. Rata-rata beram jalan mulai dari perbatasan Karo-Dairi hingga kota Sumbul sangat dalam.

Sehingga didaerah itu sering terjadi kecelakaan. Dia menyebutkan, dari segi kecepatan kenderaan masih batas wajar yakni rata-rata kecepatan hanya 80 kilometer per jam. Namun, pemicu kecelakaan paling besar disebabkan kualitas dan rambu jalan.

Sementara faktor kenderaan dan manusiannya hanya sebagian kecil penyebabnya, tandas Hasan. AKP Hasan menambahkan, angka kecelakaan lalulintas menyebabkan kerugian materil dan korban jiwa masih tinggi di wilayah itu.

Sekedar mengingatkan, diawal tahun 2017, satu keluarga berjumlah 9 orang dari Desa Bakkara, Kecamatan Bakti Raja tewas setelah mobil jenis avanza mereka tumpangi masuk kolam di Desa Tanjung Beringin, Kecamatan Sumbul.

Diduga penyebab kecelakaan disebabkan kenderaan masuk beram dan terbalik. Sementara dilokasi kecelakaan ada kolam dan kenderaan naas terjun bebas menyebabkan 9 penumpang tewas seketika (D03).

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.