- Advertisement -

Gubsu Paparan di SMAN 1 Sidikalang

Dairinews.com-Sidikalang

Gubernur Sumatera Utara, Tengku Erry Nuradi meminta para pelajar meningkatkan  kualitas sumber daya manusia (SDM). Hanya melalui pendidikan masa depan bisa diraih. Belajar keraslah dan gantungkan cita-cita.

Hal itu disampaikan Erry  pada kunjungan kerja ke Kabupaten Dairi dipusatkan di aula SMA Negeri 1 Sidikalang, Sabtu (12/08/2017).

“35 tahun yang lalu, saya juga seperti kalian, duduk di bangku SMA. Itu bukan waktu yang lama. Berkat belajar didukung doa restu masyarakat dan guru, saya bisa seperti ini” kata  Erry di hadapan ratusan siswa SMAN 1 Sidikalang, SMKN 1 Sidikalang, SMA/SMK Rismaduma Sumbul, SMA/SMK Bukit Cahaya dan lainnya.

Hanya melalui penempaan SDM  masa depan bisa diraih.  Dia juga mencontohkan bahwa banyak negara dengan sumber daya alam terbatas justru lebih handal. Negara dengan iklim sub tropis terbukti lebih meju ketimbang tropis. Itu terkait penyiapan SDM. Sehubungan itu, siswa diminta memanfaatkan teknologi untuk hal-hal positif.

Ketika Jepang  kalah dalam perang dunia kedua, yang ditanya pimpinan bukan berapa lagi jendera yang hidup. Yang ditanya adalah, berapa banyak guru yang hidup? Sebab, gurulah sumber penyaluran ilmu  pengetahuan.

“Saya berharap, suatu saat akan lahir Bupati, Gubernur bahkan Menteri dari ruangan ini” kata Erry. Dia menambahkan, semua kecamatan di Sumatera Utara ditarget memiliki 1 SMA dan SMK negeri.  Kedatangan pejabat  ini disambut Wakil Bupati Irwasyah Pasi, Wakapolres Kompol Marojahan Siahaan, Kadis Pendidikan Rosema Silalahi, Kepala SMAN 1 Sidikalang Anna Lowisa Sianturi dan beberapa kepala sekolah.

Erry kemudian menguji pengetahuan siswa tentang  wawasan kebangsaan dan pengetahuan lokal. Dia meminta siswa mengucapkan pembukaan Undang_undang Dasar 1945. Untuk point siswa,  pelajar  tertengok lancar menjawab.  Kala peserta lainnya diminta menyebutkan kabupaten/kota di Sumut, siswa tampak gagap dan macet.

Erry juga meminta 5 sila Pancasila disebutkan versi Bahasa Inggris. Anna Lowisa sempatr menjawabm tidak bisa diucapkan versi hahasa asing. Namun Erry   bersikukuh boleh. Seorang guru bahasa Inggris  berdiri namun akhirnya minta maaf lantaran tak mampu. Pun begitu, peserta tetap mendapat amplop.

Pada pertemuan itu, terdengar yel-yel ‘Sumut Paten’. Sejumlah gambar Erry ditempel di dinding gedung bertuliskan ‘lanjutkan, (D01)

 

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.