- Advertisement -

Direktur RSU Sidikalang Diperiksa Kejari

Dairinews.com-Sidikalang

Direktur Rumah Sakit Umum Sidikalang, di Henry Manik diperiksa Kejaksaan Negeri Dairi Sumatera Utara, Selasa (12/09/2017) sore. Pemanggikan sebagai saksi  terkait pengadaan Sistem Informasi Rumah Sakit (SIRS) tahun anggaran 2016. Diperoleh kabar  bahwa Henry tak  punya kaitan langsung mengingat penempatan di SKPD itu adalah setelah proyek selesai, tepatnya Januari 2017. Info lain menyebut, mantan Direktur RSU, DHS telah diperiksa.

Henry sempat datang  pagi hari sekira pukul 10.00 Wib, namun dia meminta pemeriksaan  diundur.  Pemuda berkacamata ini  menaiki mobil dinas Panther hitam yang menanti di pelataran BRI di sebelah kantor jaksa.       Henry belum berhasil dikonfirmasi, Rabu (13/09/2017). Kata staf, dia tidak berada di ruang kerja.

Sementara itu, Kepala Unit Layanan Pengadaan (ULP), Oktova Tumanggor sudah diperiksa Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus, Chairul Wijaya menyangkut pekerjaan itu, Rabu.  Oktova selesai di BAP  jelang siang. Diwawancarai wartawan, Oktova membenarkan,  pengadaan SIRS  dilakukan lewat penghunjukan langsung (PL).

Dijelaskan, biaya proyek Rp325 juta. Namun, jenis barang terdiri dari 4 jenis. Diantaranya  komputer, software dan alat tulis kantor.  Dengan demikian, pihaknya memberi saran akan dibelanjakan secara  PL.  Dia tidak tahu siapa rekanan pelaksana.  Soal pada akhirnya sistem itu tidak berfungsi dia juga tidak tahu.

Jaksa menduga, ada dugaan tindak pidana. Sebab, selain pengadaan SIRS, ada lagi pengadaan untuk pelathan. Menurut sumber, seyogianya satu rangkaian. Ibarat membeli  sepeda motor Yamaha, maka garansi dikeluarkan Yamaha.  Realitanya, semua pekerjaan dikerjakan satu perusahaan. Soal proyek tidak berfungsi, nanti diselidiki apakah  tidak sesuai spesifikasi atau ada faktor lain. Pun demikian, jaksa   belum bersedia memberi keterangan pengingat  pengusutan masih tahap penyelidikan.

Anggota Komisi C DPRD, Markus Purba  mempertanyakan kegiatan dimaksud pada sisdang paripurna  Laporan keterangan Pertanggungjawaban Bupati tahun anggaran 2016, beberapa waktu lalu. Dalam dokumen, ditulis bahwa pekerjaan terealisasi. Namun, fasilitas penunjang   pekerjaan melalui koneksi internet diduga tidak berfungsi. (D01)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.