- Advertisement -

Penyelenggara Pesta Njuah-Juah Diminta Akomodir Budaya Lain

Dairinews.com-Sidikalang

Penyelenggara Pesta Budaya Njuah-juah diminta mengakomodir budaya lain yang ada di Kabupaten Dairi Sumatera Utara. Kalau semua etnis memperoleh kesempatan menampilkan seni budaya, agenda tahunan ini diyakini lebih semarak.

Iklancovid

“Heterogenitas adalah sebuah kekayaan yang perlu mendapat tempat sehingga Pesta Njuah-juah melahirkan semangat kebersamaan. Kalau boleh, jangan hanya budaya Pakpak yang ditampilkan” kata Mian Banurea wartawan Senior kepada Kepala Dinas Kebudayaan dan Parawisata Dairi, Leonard Sihotang pada temu pers di aula Pusdipra Jalan 45 Sidikalang, Jumat (22/09/2017).

Sebelumnya, Sihotang di hadapan Asistem Umum Sudung Ujung dan Kabag Humas Erika Hasugian  menyebut, tujuan pelaksanaan Pesta Njuah-juah adalah menggali dan mengembangkan budaya Pakpak.  Melalui even dimaksud diharap  akan tumbuh ekonomi kreatif. Diakui, sejak dimulai 22 tahun lalu, tepatnya di era kepemimpinan Bupati S Is Sihotang, dampak terhadap ekonomi belum nyata.

Sehubungan itu, sajian tahun demi tahun ditingkatkan. Kalau pada acara terdahulu dilaksanakan selama 1 tahun, sejak 2016 dan 2017, digelar 6 hari.  Acara dimulai Senin hingga Sabtu  (25-30/09/2017).

Pembukaan ditandai kirab budaya, lomba fasion carnaval,  margala, marjalengkat dan gasing di Gedung Nasional Sidikalang. Sajian gendang Pakpak dengan peserta dalam jumlah banyak berikut kolaborasi musik  modern  disuguhkan kepada hadirin. Penutupan dilaksanakan di Stadion Utama Panji Sibura-bura. Setiap malam menampilkan  para seniman berbakat.

Diungkapkan, biaya kegiatan tahun ini Rp800 juta berkurang  dibanding tahun 2016 sebesar Rp850 juta. Pun demikian, dipastikan, ragam pertunjukan lebih spektakuler. Beberapa perusahaan siap berkontribusi. Pejabat yang hadir, masih dalam konfirmasi.  (D01)

 

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.