- Advertisement -

Budaya Batak Dipromosikan di Prancis

Dairinews.com-Sidikalang

Budaya Batak dipromosikan di Prancis. Agenda dilaksanakan di Pullman Hotel, Saint Clair Paris selama 3 hari sejak 23-25/09/2017.

Kegiatan terlaksana atas partisipasi anggota DPR RI fraksi PDIP Junimart Girsang, Trimedya Panjaitan, Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan, Toba Samosir serta artis Batak Style Voice dan Amigos Band.

Junimart melalui pesan elektronik mengatakan ekspo itu mendapat apresiasi dari Duta Besar Indonesia untuk Prancis,  Hotmangaradja Pandjaitan, putra pahlawan Revolusi DI Panjaitan.  Sekitar 250 warga Indonesia mengunjungi pagelaran setiap hari.  Tamu menyatakan kekaguman terhadap salah satu kekayaan Nusantara tersebut.

Kerajinan tangan berupa ulos yang rutin dipakai dalam  acara adat istiadat diperkenalkan. Demikian salam budaya ‘horas, njuah-njuah dan mejuah-juah’ selalu diucap kala menerima undangan guna mengakrabkan sapaan khas Batak. Kala sejumlah warga Indonesia berkunjung, kehangatan sangat terasa. Beberapa diantaranya juga ‘halak hita’. Jadi kesannya, berada  di ‘bona pasogit’.

Junimart menyebut, sejumlah tembang Batak begitu akrab di telinga  warga Prancis. Tak heran, tamu ikut manortor kala suara musik mirip gondang didendangkan.

Bagi beberapa negara tersebut, Sumatera Utara indentik dengan Danau Toba. Jadi, daerah ini  familiar lantaran  kerap jadi objek kunjungan wisata.

Junimart Girsang bersama Dubes RI untuk Prancis Hotmangaradja Pandjaitan (tengah) di Saint Clair Paris

Alumni SMPN 1 Sidikalang ini menambahkan, sangat  ingin  mempromosikan budaya Dairi ke mancanegara. Hanya saja,  komunikasi dengan pemimpin daerah terkesan kurang nyambung.  Dia mencontohkan,  pada Pesta Njuah-Njuah, kalangan perantau tak pernah diberi kabar.

“Kami ingin berkontribusi, tapi tak pernah  dapat info atau undangan” kata  mantan pengacara yang kerap tampil di televisi itu.

Sebelumnya, tokoh adat, Raja Ardin Ujung pada pembukaan Pesta Njuah-Njuah 2017 di Gedung Nasional Sidikalang Kabupaten Dairi, Senin (25/09) meminta pemerintah daerah mengundang para perantau untuk berpartisipasi. Ini penting agar  gaung acara lebih membumi. Dengan  langkah itu, kegiatan menjadi objek wisata sehingga mampu meningkatkan ekonomi masyarakat.(D01)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.