- Advertisement -

Kapolres Pakpak Bharat dan Staf Jatuh Naik Motor

Dairinews.com-Sibongkaras

Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Pakpak Bharat Sumatera Utara, AKBP Ganda Saragih  dan beberapa staf jatuh saat naik sepeda motor trail saat menuju  menuju dan perjalanan pulang dari Desa Sibongkaras Kecamatan Salak, Sabtu (23/12/207). Beruntung, gangguan itu tidak sampai mengganggu kegiatan beranggotakan belasan orang.  Perjalanan ditujukan guna menyampaikan bantuan kepada penyandang disabilitas bocah tanpa tangan, Sampang Tinambunan (5) di desa tersebut.

Sejak  roda kendaraan melintas di Desa Kuta Tinggi, ketidaknyamanan mulai dirasakan peserta. Brigadir silih berganti terperosok ke lobang di jalan berkonstruksi liat. Kanit Tipikor pada satuan Reserse Ipda Donal Tambunan  yang melaju membonceng wartawan sempat jatuh ke kanan. Motor sempat mogok ekses gangguan mesin. Beberapa kali terpaksa diengkol.

- Advertisement -

“Kasihan juga aku nengoknya, bah. Pak Kapolres jatuh di depanku  pada jalan menanjak tajam berbatu lepas dan beralur mirip anak sungai” kata Parulian Nainggolan, jurnalis yang turut meliput agenda bertajuk pengangkatan  Sampang menjadi anak asuh ganda disertai penyampaian salam natal kepada orang tua Sampang, saor Tinambunan dan ibu Sarma brru Berutu. Menurut Parulian, dia berfikir membantu Ganda lantaran kalau berhenti, kendaraannya juga bakal jatuh. Medannya cukup berat dan beresiko. Parulian luka ringan akibat benturan.

BERLIAT: 2 wartawan terjatuh naik motor trail saat melewati jalan berliat dan lumpur berat di Desa Sibongkaras, Sabtu (23/12/2017). Akses itu mirip jalan menuju perladangan. (Dairinews.com)

Selain Ganda, Kasat Reserse dan Kriminal AKP Alexander Piliang juga terjatuh kala melewati gundukan batu. Saat itu, dia membonceng wartawan. Alexander berusaha menutupi rasa sakit  buat menyemangati teman.

Ganda menjelaskan, dibutuhkan waktu 2 jam agar tiba di Sibongkaras. Akses transportasi itu rusak. Kita sudah sama-sama rasakan, kata dia. Ketika berangkat, Ganda mengenakan  seragam dan saat pulang dikenakan kaos warna hijau. Keduanya basah kuyup akibat mandi keringat.

Charles Hutajulu warga sipil mengatakan, ampun andaikan diajak lagi ke Sibongkaras. Menengok  parahnya jalan ini, aku ampunlah. Diutarakan,  kedua tangannya pegal mengelak lobang, tikungan dan cadas serta lumpur. Dari kondisi lapangan, kendaraan pribadi hampir tak pernah melintas kecuali milik kepala desa hingga batas tertentu.

Kepala Desa Sibongkaras, Darmianto Berutu menerangkan,  kampung tersebut  adalah desa tertua di daerah otonom itu. Masih bagian dari Salak ibukota Pakpak Bharat. Jarak hanya sekitar 30 kilometer. Sebanyak 72 kepala keluarga bermukim di sana dan berstatus miskin.  Jalan ke daerah itu rusak parah. Benar-benar tertinggal. Usulan pembangunan yang disuarakan lewat musrenbang tak didengar. (D01)

 

 

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.