- Advertisement -

Istri Bupati Hingga Istri Sekda Diperiksa Kasus Dugaan Korupsi

Dairinews.com-Sidikalang

Kejaksaan Negeri (Kejari)  Dairi Sumatera Utara  intens mengusut kasus dugaan korupsi  penggunaan dana Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) tahun 2016. Hal itu dibenarkan Kajari, Johnny William Pardede melalui Kasi Pidsus Wijaya saat ditanya seputar penanganan kasus dugaan korupsi dimaksud.

“Intinya, ditemukan bukti permulaan adanya perbuatan melawan hukum, Makanya masuk ke tahap penyidikan. Soal siapa yang bertanggung jawab, itu tergantung  keterangan dan bukti” kata Wijaya di ruang kerja Jalan Sisingamangaraja Sidikalang, Kamis (28/12/2017).

- Advertisement -

Dibenarkan, pihaknya telah memeriksa Ketua Tim Penggerak PKK berinisial DS yang juga istri Bupati Johnny Sitohang, Wakil Ketua 1 MS yang juga istri Wakil Bupati , Wakil Ketua 2, dr NS istri Sekretaris Daerah  dan Wakil Ketua 3 PB yang juga menjabat Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat (Bappemas) kala itu. Dari unsur birokrat, Kepala Dinas Pengelolaan Keuangan dan Asset  HFS turut diambil keterangan. Posisi sebagai saksi. Pemeriksaan terhadap  mereka berlangsung kurun waktu 4 hari terhitung 18 sampai 21 Desember 2017.

Selain pihak dimaksud,  kata Wijaya,  bendahara PKK, KS  dan bendahara pengeluaran pembantu di Dinas Pemerintahan Desa BM telah diperiksa.   KS diperiksa terhitung 5 hari yakni 12,13,14,20 dan 23 Desember 2017. Wijaya memastikan, semua keterangan dituangkan di berita acara.  Apa yang diucapkan,  itu yang dituangkan.  Kegiatan itu berbiaya Rp1,8 milliar.

Sebelumnya, Bupati Johnny Sitohang pernah dikonfirmasi terkait hal itu. Dia menyatakan dukungan terhadap pemberantasan korupsi. Soal dana PKK, pengelolanya adalah Bappemas.

Sebagaimana disiarkan, diduga ada belanja bodong pada kegiatan ini. Stempel pengusaha diminta oknum PNS. Belakangan, muncul belanja barang memakai stempel itu namun sesunggunya transaksi dari toko itu tidak pernah terjadi.

“Pegawai itu datang minjam stempel. Saya kasih. Saya tak nyanga disalahgunakan. Tak ada belanja dari toko saya” kata pengusaha itu mengaku jera. Kesaksianpun sudah diberi kala penyelidikan.  (D01)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.