- Advertisement -

Naik Kaloko dan Naik Capah Dieksekusi ke Penjara Perkara Korupsi

Dairinews.co-Sidikalang

Kejaksaan Negeri Dairi Sumatera Utara mengeksekusi  perkara korupsi proyek  pengadaan kapal dikelola Dinas Kebudayaan dan Parawisata  dairi tahun 2008 berbiaya Rp395 juta. Kajari, Johnny William Pardede di hadapan anggota Komisi 3 DPR RI fraksi PDI perjuangan, Junimart Girsang, Selasa (13/02/2018) membenarkan, telah menerima putusan kasasi Mahkamah Agung.

Iklancovid

Dari tuntutan 5 tahun penjara masing-masing kepada  Kepala Dinas  Pardamean Silalahi, Pejabat penbuat Komitmen Naik Kaloko dan pengawas Naik Capah,  MA menjatuhkan  6 tahun. Putusan dijatuhkan medio Desember 2017. Sebelumnya, di Pengadilan Tipikor Medan, ketiganya dinyatakan  bebas.

Kasi Pidsus, Chairul Wijaya, Selasa (13/02/2018) mengutarakan, pihaknya mengeksekusi Naik Kaloko dan Naik Capah.  Mereka ditahan di Rutan Sidikalang setelah menjalani pemeriksaan kesehatan.

Naik Kaloko mengatakan, sesungguhnya sangat keberatan atas vonis hakim. Mereka adalah pelapor sedang pelaku utama Nora Butar-Butar Direktris CV Kayla hingga kini tak tersentuh hukum. Uang diserahkan ke rekanan tanpa ada  pungutan. Pun begitu, dia taat hukum dan siap menjalani kenyataan pahit.

“Saya sehat” kata Naik Jkaloko didampingi Naik Capah di RSU Sidikalang. Dia akan terus melakukan perlawanan hingga ditemukan keadilan. Diterangkan, pengadaan kapal dilaksanakan tahun 2008.  Sebelum serah terima, mereka berkunjung ke Ajibata untuk melihat kapal orderan. Kala itu, fisik sesuai spesifikasi. Namun ketika hendak serah terima, pesanan diganti dan tidak sesuai kontrak.

Terkait uang yang sempat dibayarkan, rekanan menyatakan siap mengambalikan paling lama 21 hari. Hingga hari yang ditunggu, dana tak kembali hingga dilapor ke kejaksaan Januari 2009. Staf Ahli Bupati Bidang Hukum ini  berharap, Nora Butar-Butar segera ditangkap.

Naik Kaloko yang kini menjabat Kepala Bidang Kebudayaan pada Dinas Parawisata mengatakan, mengusul  agar ditahan di Rutan Sidikalang. Tujuannya, untuk efisiensi  manakala keluarga menjenguk.  Sepengetahuan mereka, Pardamean Silalahi juga segera dieksekusi di Medan (D01)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.