- Advertisement -

Legenda Sicike-Cike Ditampilkan di Arena PRSU

Dairinews.co-Sidikalang

Pemerintah Kabupaten Dairi menggelar malam pagelaran kesenian budaya Pakpak diarena Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) Ke 47 Medan. Pagelaran dimaksud, Kamis (22/3/2018). Hadir Bupati KRA Johnny Sitohang, Wakil Bupati, Irwansyah Pasi, Ketua DPRD, Sabam Sibarani, unsur Forkopinda para tokoh masyarakat dan adat serta jajaran Pemkab Dairi.

Malam pagelaran seni budaya Pakpak menampilkan sendra tari legenda Sicike-Cike sebagai asal usul Sipitu Marga (daerah-red) yaitu Angkat, Bintang, Ujung, Gajah Manik, Capah, Kudadiri, Sinamo. Tumpu Capah tokoh masyarakat Pakpak didaulat menyampaikan kata sambutan. Tumpu menyebut, pagelaran kesenian budaya Pakpak diarena PRSU sudah sekian kalinnya dilakukan Pemkab Dairi melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata.

Ia menyebut, berbagai legenda di Tanoh Pakpak sudah ditampilkan melalui pagelaran seni budaya Pakpak. Tumpu Capah menyampaikan apresiasi kepa Bupati KRA Johnny Sitohang yang sudah membuat yang terbaik bagi warga Kabupaten Dairi.

Ia juga menyinggung soal pelaksanaan Pilkada 27 Juni 2018 mendatang. Menurut Tumpu, mereka (Calon) Bupati yang terpilih nanti bukan sebagai  Raja tetapi orang yang dipercaya rakyat memimpin Kabupaten itu lima tahun kedepan.  Untuk itu, lanjutnya, sampaikanlah apa yang hendak dikerjakan supaya rakyat tahu.

Begitu juga setelah terpilih, diharapkan bisa menepati janni. Bagi warga diluar Dairi serta aparat keamanan diharapkan bisa membantu Pemerintah dan jangan justru memanaskan situasi, ucapnya. Bupati Johnny Sitohang mengatakan, malam pagelaran seni budaya Pakpak diarena PRSU sebagai wujud melestarikan budaya.

Sitohang menyebut, dalam rangka mempertahankan atau melestarikan budaya. Pemkab Dairi melalui Dinas Kebudayan dan Pariwisata sudah melakukan perlindungan, pengembangan, pemamfaatan serta pendokumentasian. Pengelolaan kekayaan budaya merupakan cara kita bagaimana budaya difahami.

Pelestarian dan pengembangan kebudayaan termasuk dalam dimensi pembangunan. Disebutkan, arena PRSU media tepat untuk mempromosikan produk unggulan atau kesenian daerah yang kita miliki. Sehingga, akses masyarakat (pengunjung)  ataupun pengusaha ke PRSU meski dibuka selebar-lebarnya.

Pasalnya, 33 Kabupaten / Kota memamerkan produk unggulan dan seni budaya masing-masing. Tetapi, diakhir sambutannya Johnny Sitohang mengkritik biaya sewa panggung Tapian Daya PRSU sebesar Rp.20 juta. Selain biaya sewa panggung, Sitohang juga kritik bearnya tiket masuk dipatok pengelola yakni Rp.20ribu/orang.

Menurut Bupati Dairi itu, jika hal itu tidak hentikan. Johnny Sitohang mengancam tidak akan menampilkan pagelaran kebudayaan Dairi lagi diarena PRSU tahun depan. Sebab menurutnya, pihak pengelola PRSU sudah lebih mementingkan bisnis disbanding tujuan awal untuk mempromosikan produk unggulan serta kesenian dan budaya bagi 33 Kabupaten / Kota di Sumut (D03).

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.