- Advertisement -

Tanam Bawang Merah di Sitinjo, Bang Ginting Kantongi Rp130 Juta

Dairinews.co-Sitinjo

Bawang merah, ternyata tumbuh subur dan berpoduksi  menjanjikan  dibudidayakan di Kecamatan Sitinjo Kabupaten Dairi Sumatera Utara.  Seri Karina Ginting (29), sehari-hari disapa Lazorta  membuktikan hal tersebut lewat perawatan tumpang sari bersama jeruk manis di Lae Gerat Kelurahan Panji Dabutar, tepatnya di lahan milik Wakil Bupati Irwasyah Pasi.  Lazorta menyebut, dia menyewa areal guna kepentingan usaha tani.

Lazorta, Jumat (18/05/2018)  menerangkan, memulai pertanaman sejak Januari 2017. Hingga kini, dia sudah panen sebanyak 5 kali. Umbinya ‘botang-botang’. 2 minggu mendatang, panen  lagi.   Umur panen rata-rata 2 bulan 5 hari. Bermodalkan benih sebanyak 500 kilogram, pemuda sekaligus pengusaha agribisnis ini menerangkan, mencabut sebanyak 6 ton. Dengan harga jual Rp22 ribu, dia sudah mengantongi Rp130 juta.

Bibit, kata dia, dibeli dari petani di Desa Alahan Panjang Kecamatan Lembah Gumanti kabupaten Solok, Sumatera Barat. Kala itu, dibanderol Rp22 ribu per kilogra sementara benih asal Brebes Rp60 ribu per kilo.  Keinginan mencoba muncul lantaran warga di Desa Alahan Panjang umumnya sejahtera mengandalkan komoditas ini. Menurutnya, iklim dengan Sidikalang, Sitinjo, Parbuluan dan dataran tinggi lainnya relatif sama.

Lazorta membenarkan, dia memperoleh bimbingan dari petani sukses melalui telepon. Cara merawat relatif mudah, apalagi menggunakan mulsa.  Yang penting cukup  kompos, pupuk an organik serta pengendalian hama penyakit wajib intensif. Bawang merah  masuk dalam tanaman manja.

Diutarakan, bawang merah menginginkan cahaya matahari maksimal. Andaikan dikelola secara monokultur, dia yakin, benih 500 kilo bisa menghasilkan 7 sampai 9 ton.

Dia berharap, pemerintah memberi penyuluhanmepada petani seputar peluang ekonomi ini. Sebaiknya, membawa  beberapa petani studi banding ke Solok. (D01)

 

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.