- Advertisement -

3 Tahun Tuntut Perbaikan RSU, Bupati dan Ketua DPRD Tak Pernah Temui Warga

Dairinews.co-Sidikalang

            Sekitar 500 warga menggelar aksi damai ke DPRD Dairi Sumatera Utara  di jalan Sisingamangaraja Sidikalang, Senin (13/08/2018). Mereka menuntut pertanggungjawaban legislator atas  pelayanan buruk RSU Sidikalang.

Kehadiran  warga diterima Wakil Ketua  Togar Pasaribu dan Komisi C  Markus Sinaga, Markus Purba, Delphi Ujung, Manat Sigalingging dan lainnya. Pasaribu menawarkan,  dialog dilangsungkan di ruangan.

Juru bicara masyarakat tergabung dalam Aliansi Non Goverment (NGO),  Muntilan Nababan dan Duat Sihombing mendesak agar Ketua DPRD,  Sabam Sibarani bersama seluruh anggota datang mendengar aspirasi serta memberi  solusi konkret.

Warga membawa ragam poster saat aksi ke kantor Bupati dan DPRD Dairi Sumut di Sidikalang mengkritisi layanan buruk RSU.

Sebab, persoalan  layanan buruk RSU Sidikalang ini sudah 3 tahun disuarakan tetapi tak kunjung ada perbaikan. Mereka ingin tahu, apa sebenarnya kendala.

“Kami hanya mau berdialogkalau ketua hadir di sini, sebab ketua punya kewenangan kuat untuk  perbaikan” tandas Nababan. Pria ini kemudian bertanya kepada massa, apakah  kenal dengan Ketua? Sebagian menjawab, tidak.

Warga menuturkan beberapa persoalan klasik di pusat layanan kesehatan dimaksud. Diantaranya pasien melahirkan ditolak lantaran dokter kosong bahkan, dalam satu kasus, ibu hami meninggalkan bersama bayi. Di sisi lain, obat juga sering kosong sehingga pasien terpaksa beli ke apotek.

Sejumlah ibu melahirkan  terpaksa dirujuk, dampak kekosongan dokter. Di sisi lain,  lembaga itu masih rawan korupsi.

Lantaran ketua  tak muncul,  aksi berlanjut ke kantor Bupati, berjarak  sekitar 100 meter. Dalam lanjutan ini, beberapa dewan ikut unjuk rasa.

Mereka menuntut Bupati datang  menerima. Namun, keluhan itu hanya ditanggapi Asisten Pemerintahan, Ramland Sitohang.

“Pemerintah sangat serius memperbaiki RSU. Sangat serius” kata Ramland melalui pengeras suara.

“Uuuu…” begitu suara terdengar dari warga.

Ramland  kemudian menerangkan bahwa Bupati dan Sekretaris Daerah tidak berada di ruangan. Terpantau, seekor anjing warna hitam berbulu lebat duduk seolah siaga  di pintu masuk ruang kerja kepala daerah itu. Pejabat, PNS maupun anggota Satpol PP membiarkan piaraan itu. (D01)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.