- Advertisement -

Diduga Tak Dukung Caleg , Benget Sianturi Diusir dari Rumah di Lae Parira

Dairinews.co-Lae Parira

Benget Sianturi (44) bersama istrinya  Efarina boru Padang beralamat di Desa Lae Parira Kecamatan Lae Parira Kabupaten Dairi Sumatera Utara diduga menjadi korban politik.  Keluarga ini terpaksa angkat kaki dari rumah lantaran diusir  MS, tak lain adalah ayah JS oknum caleg dari partai Golkar daerah pemilihan 2. Kini, dia menumpang di sekitarnya.

Benget, Selasa (30/04/2019)  menuturkan,  orang tua JS mendatangi   boru Padang ke rumah, Selasa pagi,  lalu. Mereka diminta keluar dari rumah.

- Advertisement -

Sopir ini mengakui, memang tapak rumah itu adalah  milik keluarga JS. Mereka menumpang di lahan dimaksud dan mendirikan bangunan sejak 15 tahun lalu.

“Kami diusir. Kami diusir lantaran tida mendukung pencalegan JS” ujar Benget. Diterangkan, sesungguhnya   Benget dan istrinya mencoblos JS di bilik suara saat pemilu tetapi, selama proses suksesi, dirinya tidak terlibat. Di TPS sekitar hunian, JS unggul namun kalah di Desa Buluduri.

Lantaran diusir, kata Benget, dirinya terpaksa merobohkan bangunan semi permanen. Sebagian material masih bisa dimanfaatkan. Untuk sementara waktu, mereka menumpang.

Beberapa warga tertengok bersimpati pada Benget.  Mereka membantu melangsir papan dan broti.

JS membantah mengusir. Tidak ada diusir. Dia mengetahui ayahnya mendatangani kediaman  Benget.

“Tidak ada diusir. Tidak ada hubungan pembongkaran rumah dengan caleg” kata JS ditemui di rumah berjarak sekitar 100 meter dari bekas kediaman tadi.

Jauh-jauh hari, Benget sudah pernah minta pindah.  Dia heran, kenapa justru dihubung-hubungkan dengan politik. Ini konflik keluarga, tandas JS.

JS menandaskan, punya hubungan kekerabatan sangat dekat dengan Benget. Jadi, tidak mungkin berbaut demikian.

“Ualu (delapan-red) ma ompung nami martinodohon, jala siampudan ma halak i. Apala nion ma iboto na. ” kata JS menunjuk seorang perempuan   berdiri di pintu rumahnya.  Ditambahkan, Benget punya tanah yang siap dibangun. Diakui, sejak 1,5 tahun lalu ada hubungan  kurang harmonis.

JS mengakui, dirinya kalah pada pemilu. Perolehan 1900 lebih di bawah Lisbet Tobing. Dia juga membenarkan, ayahnya adalah mantan Kepala SMP. (D01)

 

 

 

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.