- Advertisement -

Musim Tanam Tak Teratur Mendorong Ledakan Hama Tikus

Dairinews.co-Lae Parira

50 an petani di Desa Sumbul  Kecamatan Lae Parira Kabupaten Dairi Sumatera Utara melakukan gropyokan guna  pengendalian hama tikus.  Mereka terbagi 10 kelompok, selanjutnya mencari lobang yang diyakini sebagai sarang dan persembunyian organisme pengerat itu.

Gropyokan itu dalam bentuk perburuan dan pengemposan memakai bahan kimia tiran. Penyuluh Pertanian pada Dinas Pertanian, Dormayanti  Sidebang dan Petugas Pengamat Hama, Togu Raja Gukguk memandu kegiatan tersebut, Jumat (03/05/2019). Anggota Babinsa turut membantu.

- Advertisement -

Petani membongkar  lobang di  pematang sawah, selanjutnya menyemburkan  asap. Beberapa anak tikus dan ukran dewasa ditemukan. Namun secara keseluruhan,  kuantita tidak seberapa.

Anakan tikus hasil pengemposan

Dormayanti  menerangkan, luas ahan pertanian di esa Sumbul mencapai 110 hektar. Tanaman jagung dan padi sawah serta kacangan menjadi  incaran hama. Pengendalian direalisasi merespons aspirasi masyaraat terkait keganasan hama belakangan ini.

Pun demikian, Dormayanti  menandaskan, salah satu syarat memberhasilkan pengendalian adalah melalui  pemberaan dan sisten tanam serentak. Pengunduran musim tanam dipastikan mengurangi populasi lantaran sebagian diantara binatang itu akan mati.

“Sepanjang musim tanam belum teratur,  pengendalian sukar berhasil. Sebab, makanan tetap tersedia. Habis dari lahan sini, pindah ke sana” kata Dormayanti.

Togu  Rajagukguk menyampaikan pendapat senada. Dibutuhkan sikap terbuka semua petani agar secara bersama melakukan perburuan dan aplikasi pestisida. Perlu kompak.

Dipaparkan, perkembangan populasi tikus sangat cepat. 1 pasangan  bisa naik hingga 2000 ekor dalam 1 tahun dimana setiap anakan biasanya berjumlah 6 pasang. Ditambahkan, lahan bergulma merpakan habitat yang baik untuk reproduksi.

9 desa di Kecamatan Lae Parira telah diserang tikus. Penurunan produktivitas  padi dan jagung mencapai 30 persen.

Petani, John Purba mengatakan, kegagalan panen membuat ekonomi masyarakat kian sulit. Kecamatan Lae Parira adalah produsen padi terbesar di Dairi. Diharap, pengendalian berkelanjutan. Diungkapan, salah satu kelemahan pengendaian adalah ketidakhadiran  petani di lahan masing-masing.

Kalau petani bersangkutan tidak datang, siapa berani membongkar benteng sawahnya? Biarpun tertengok banyak lobang di situ, ada rasa enggan  untuk pengemposan lantaran belum tentu mereka setuju..  (D01)

 

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.