- Advertisement -

Diduga Gara-Gara Utang Rp1,8 Juta, Jamullis Berasa Tewas Dipukul Broti

Dairinews.co-Sidikalang

Riwayat hidup Jamullis  Berasa (29) penduduk Dusun  Kuta Onan Desa Kaban Tengah Kecamatan Sitellu Tali Urang Jehe (STTU) Jehe Kabupaten Pakpak Bharat Sumatera Utara berujung tragis. Dia dipukul  sekuat tenaga pakai broti oleh tersangka berinisial US (50) yang tak lain adalah teman sekampung. Kepala bagian belakang korban  dihantam US.

Peristiwa tersebut terjadi di dekat kolam dan tak jauh dari warung Pak Kerin di Dusun Sampen Mbunga Desa Perjaga  Kecamatan STTU Jehe, Minggu (05/05/2019) sekira pukul 15.00 Wib.

- Advertisement -

Kapolres AKBP Leonard David Simatupang melalui Kanit Resum Polsek Sukaramai, Sudarman Sinaga, Selasa (07/05/2019) mengatakan,  ketegangan diduga  bermula dari persoalan hutang piutang.

Berdasarkan keterangan US kepada polisi,  kata Sinaga,  US mendatangi  korban  untuk  meminta uangnya yang dipinjam senilai Rp1,8 juta.  Uang itu diduga dipinjam Jamullis  , April lalu.

Tak lama berselang terjadi, perkelahian.  Aksi saling pukul berlangsung sekitar 5 menit.     Padahal, keduanya masih punya hubungan famili. US adalah bapa uda dari korban.

Seterusnya terjadi perang mulut. Mereka tengkar dalam bahasa daerah. US berucap, dia minta  ditunggu lantaran mau ke rumah sebentar mengambil parang. Perkataan itu, ditanggapi  Jamullis, dia siap  menanti. US naik sepeda motor  menuju rumah.

15 menit kemudian, US kembali ke TKP sembari membawa barang bersarung terikat di badan.  Dia melangkah  mendekat  Jamullis.  Keduanyapun melontarkan  ucapan mengarah kekerasan.

US mengambil sebatang kayu broti di dekatnya lalu memukul kepala bagian belakang Jamullis. Pria itu sempat berdiri menghadap tersangka. Namun  tumbang dan terkapar di permukaan tanah. Korban tak sadarkan diri.

Belum puas sampai di situ, kata Sinaga,  US menginjak paha kanan korban. Diapun pergi naik motor ke arah Dusun Tinambunan Desa Perjaga.  Sinaga membantah, uang itu terkait pemilu legislatif.

Atas kabar tersebut, abang korban, Morel Berasa dan saksi Iwan Bancin melarikan  Jamulus ke Puskesmas Sibande. Dari sana, dirujuk lagi ke RSU Salak. Tenaga medis di rumah sakit pemerintah menyebut, korban sudah meninggal dunia.

Polsek Sukaramai berhasil menangkap US beberapa jam kemudian.  Tersangka menjalani pemeriksaan.  Morel Berasa membuat pengaduan  nomor: LP17/V/2019/SU/Res Pakpak Bharat/Sek Sukaramai 06 mei 2019.

Dairinews.co belum memperoleh penjelasan  dari pihak tersangka.   (D01)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.