- Advertisement -

Wakil Bupati Minta Maaf Atas Kematian Romauli Simamora Diduga Ditolak RSU

Dairinews.co-Sidikalang

“Sudahlah amang. Sudah kami anggap selesai. Kami sudah ikhlas atas meninggalnya menantu kami” kata boru Regar, mertua dari almarhumah  Romauli boru Simamora  ditemui di kediaman di Dusun Lumban Sianturi  Desa Pandiangan Kecamatan Lae Parira Kabupaten Dairi Sumatera Utara, Senin (13/05/2019).

Boru Regar menolak wartawan yang minta ijin memfoto kuburan  Romauli. Istri dari  Ardi Simare-mare (23) dibenarkan dimakamkan  di belakang tempat tinggal mereka.  Ardi dan ibunya menerangkan, Wakil Bupati, Jimmy Andrea Lukita Shombing dan Direktur RSU Sidikalang , Henry Manik serta tim sudah datang menyampaikan permintaan maaf.

- Advertisement -

“Masing-masing menyampaikan permohonan maaf”,  kata Ardi.

Sementara itu, famili dekat Ardi, Dohar Sihite memaparkan,  sebagai warga yang terikat adat istiadat, permintaan maaf tentu diterima. Tetapi tidak cukup sampai di situ. Perlu dikonkretkan.  Katanya, mereka akan datang lagi. Ditunggulah…

Kasus meninggalnya Romauli harus dijadian pelajaran berharga, agar kasus sedemikian tidak terjadi di hari mendatang. Selama ini, lembaga pelayanan kesehatan itu sering  mengecewakan hingga pasien wafat tidak wajar.

“Pasien seakan ditolak tenaga medis di RSU Sidikalang” ungkap Sihite di teras Poskesdes Pandiangan.

Diterangkan,  Romauli melahirkan bayi prematur di rumah, Jumat (10/05/2019) sore. Bayi itu meninggal saat dalam kandungan. Keluarga  kemudian memanggil bidan, boru Tamba guna penanganan. Melihat kondisi Romauli melemah, bidan membawanya ke RSU Sidikalang, malam itu.

Sesampai di sana, kata  Sihite, tenaga medis dengan kesan  kurang ramah justru meminta agar dirawat di kampung. Sebab, ibu bayi itu sehat.

Dengan berat hati, Romauli dibawa pulang. Dia dirawat di Poskesdes malam itu.Ajal menjemputnya, Sabtu (11/05/2019) pagi.

Soal nyawa, itu urusan Tuhan, tetapi RSU tidak memberi pelayanan yang baik. Sudah jelas-jelas bidan desa membawanya demi penyelamatan pasien, tetapi malah disuruh pulang, ujar Sihite. Sesungguhnya, boru Tamba telah melakukan segala upaya dan menunjukkan moralitas tinggi.

Sekretaris Daerah,  Sebastianus Toinambunan dikonfirmasi wartawan di depan ruang Wakil Bupati mengaku belum tahu kabar dimaksud.

“Ini saya baru dengar” kata Tinambunan. Pihaknya segera melakukan penelusuran. Jika memang tidak sesuai SOP, tentu ada konsekwensi.

Pegawai RSU menyebut, Henry rapat di kantor bupati membahas topik itu. (D01)

 

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.