- Advertisement -

Kasus Kematian Romauli Simamora, Bupati Sebut Tenaga Medis Kurang Sensifitas

Dairinews.co-Sidikalang

Bupati Kabupaten Dairi Sumatera Utara, Eddy Kelleng Ate Berutu  menyampaikan paparan khusus terkait kematian  Romauli Simamora penduduk Dusun  Lumban Sianturi Desa Pandiangan Kecamatan Lae Parira.

Dijelaskan, pihaknya telah melakukan audit  investigasi ke dua  tempat. Yakni penanganan di Poskesdes pandiangan da RSU Sidikalang.

- Advertisement -

Eddy mengapresiasi upaya bidan  desa, boru Tamba  atas perjuangan menyelamatkan pasien. Bekerja melebihi standar operasional (SOP).

Sementara itu, berdasarkan audit di RSU, kata Eddy, juga ditangani sesuai SOP.

“Sudah sesuai SOP” kata Eddy didampingi Wakil Bupati Jimmy Andrea Lukita Sihombing, Sekretaris Daerah Sebastianus Tinambunan. Istri Eddy yang juga Ketua PKK, Romi Simarmata  duduk mendengar paparan di barisan dekat dinding bersama wartawan, Rabu (15/05/2019) malam.

Mengacu hasil investigasi, kata Eddy, disimpulkan bahwa tenaga medis kurang memiliki sensifitas. Dia mengaku salah dan menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya yang berujung wafatnya Romauli.

Eddy berharap, kejadian sedemikian tidak terulang lagi. Pelatihan kepada staf termasuk penanganan emergency akan dilakukan.  Pasien harus dilayani dengan senyum dan keramahan. Dia tetap memberi kepercayaan kepada Direktur, Henry Manik untuk memimpin lenbaga tersebut.

Wartawan menyampaikan beberapa saran terkait optimalisasi layanan RSU. Diantaranya peningkatan disiplin.

Sebagaimana diberitakan, menurut Dohar Sihite unsur keluarga , bidan boru Tamba membawa pasien ke RSU, Jumat (10/05/2019) malam setelah melahirkan bayi prematur di rumah. Keluarga merasa tidak mendapat pelayanan bahkan terjesan ditolak.

Seterusnya, Romauli dibawa balik ke Poskesdes hingga meninggal dunia, Sabtu (11/05/2019) pagi. (D01)

 

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.