- Advertisement -

Jasa Medis BPJS Rp29 Ribu Per Bulan, Bupati Diminta Dengar Keluhan Perawat RSU

Dairinews.co-Sidikalang

Bupati Kabupaten Dairi Sumatera Utara, Eddy Kelleng Ate Berutu saat temu pers belum lama ini memaparkan, memprioritaskan  pembenahan  Rumah Sakit Umum Sidikalang.

Dia mengingatkan  personel bekerja dengan ramah dan senyum kepada pasien.

Dikatakan, lembaga ini menjadi perhatian. Ditarget harus naik kelas sehingga menjadi rujukan bagi masyarakat di sekitaran Danau Toba. Diutarakan, posisi Dairi  sangat strategis sebagai lintasan beberapa kabupaten/kota diantaranya Samosir, Humbang Hasundutan,Pakpak Bharat dan Aceh.

Sementara itu, beberapa perawat, Sabtu (25/05/2019)  menyatakan  dukungan atas obsesi Eddy. Salah satu cara guna mewujudkan impinan tersebut adalah pembenahan internal.

Diakui,  Eddy sering inspeksi mendadak (sidak)  di malam hari. Tetapi komunikasi dari hati-ke hati bersama perawat belum berjalan. Perawat dan tenaga medis adalah  salah satu kunci keberhasilan.

Perawat mengungkap, merasakan ketidakadilkan dalam pembagian jasa medis BPJS pencairan  September-Oktober dan Nopember-Desember 2018. Awalnya senang, tetapi setelah menengok angka, berubah merintih dan berontak. Dana itu diterima pekan kemarin.

Sumber menyebut,  perawat di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD), bedah, Neonaty dan ICU menerima jasa medis relatif kecil. Sementara oknum di bagian  administrasi memperoleh  Rp14.931.891. Perbedaan juga dirasakan dengan perawat di ruang lainnya.

Penerimaan tenaga administrasi, sepertinya bertolak belakang dengan  realisasi Tata Usaha Lilis Dian Prihatini Rp3.256.880 dan Kepala Bidang Keperawatan Yuli K Harefa Rp2.668.831. Padahal, Kabid Keperawatan  punya tanggung jawab besar.

Perawat di  ruang ICU hanya menerima jasa medis Rp58 ribu selama 2 bulan. Kalau dihitung, berkisar Rp29 ribu  untuk 1 bulan. Jika dikalkulasi per hari, besaran itu tak sanggup membayar 1 gelas kopi. Info diperoleh Dairinews.co.  Direktur Henry Manik mendapat Rp62.504.221.

“Kami minta Bupati merevisi Perbup” kata perawat. Mereka juga berharap, Eddy meluangkan waktu guna mendengar keluh kesah perawat. Sistem pembagian sebaiknya dikaji ulang.

Sekretaris Daerah, Sebastianus Tinambunan belum memberi tanggapan terkait Perbup dimaksud. Pesan elektronik belum dibalas.  (D01)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.