- Advertisement -

Saingot Banurea Diduga Gantung Diri Dan Telan Racun Tikus

Dairinews.co-Sidikalang

Saingot Banurea (50), ditemukan tak bernyawa di areal semak belukar di kawasan perladangan di Kilometer 9 Desa Gunung Meriah Kecamatan Siempat Nempu Hulu Kabupaten Dairi Sumatera Utara, Senin (01/07/2019) sekira pukul 10.00 Wib.

Bagian Unit Intel Polsek Tigalingga,  Bripka  Dermawan di lokasi kejadian perkara mengatakan, mayat pertama kali ditemukan Hamoloan Maha yang hendak  mencari sarang semut buat umpan pancing. Seterusnya, kasus itu disampaikan kepada rekannya,  marga Maha.  Lokasi itu berjarak sekitar 100 meer dari jalan raya.

- Advertisement -

Dermawan menerangkan,  perempuan itu diduga gantung diri dan menelan racun tikus berwarna biru. Sisa racun ditemukan di saku celana dan jarak 2 meter terdapat 1   gelas  air mineral. Tali nilon diikat di pohon kalendri  berdiameter sekitar 20 sentimeter — kemudian digantung di lehernya berdiameter sekitar 20 sentimeter.

Saat ditemukan, kepala gadis tersebut ditutupi kain. Kepalanya tertunduk. Bibir tertengok menghitam.  Dia mengenakan  sarung tangan dan bercelana panjang.

Sekilas, kata Dermawan disaksikan Kepala Pos Polisi Pangaribuan B Purba, tidak ada tanda-tanda kekerasan.  Sepengetahuannya, perempuan ini adalah korban penganiayaan oleh keluarga beberapa waktu lalu. Korban pernah disiram air panas.

Plt Kepala Desa, Hasanuddin Maha membenarkan penemuan dimaksud. Dia tidak kenal betul dengan jasad itu.

Sairin Banurea (47) mengatakan, kakaknya itu adalah anak ke 5 dari 8 bersaudara. Selama ini tinggal di Medan. Terakhir di kampung medio September 2018. Dia tidak tahu kapan gadis itu balik ke desa. Tidak ada singgah ke rumahnya.

“Saya sehari-hari di pasaran. Begitu dapat info penemuan mayat saya pulang” kata Sairin.

Polisi dan anggota Kodim 0206 bersama warga mengevakuasi jasad dari  TKP. Mayat sempat ditaruh sejenak di teras rumah. (D01)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.