- Advertisement -

RSU Sidikalang Turun Jadi Kelas D, Ini Dampaknya

Dairinews.co-Sidikalang

Rumah Sakit Umum Daerah Sidikalang milik Pemerintah Kabupaten Dairi Sumatera Utara direkomendasikan turun kelas dari tipe C menjadi D. Itu tertuang dalam surat  Direktorat   Jenderal Pelayanan Kesehatan Kementerian  Kesehatan ditandatangani dr Bambang Wibowo SpOG (K) MARS tanggal  15 Juli 2019.

Dalam surat itu diterangkan bahwa sejumlah  RSU  di Indonesia baik milik  pemerintah  dan swasta direkomendasikan dikenai perubahan tipe. Dan  RSUD Sidikalang berada di nomor  51.

- Advertisement -

Selanjutnya, rumah sakit diberi kesempatan selama 28 hari untuk memberi  tanggapan keberatan atau tidak keberatan terkait  rekomendasi.

Direktur RSU Sidikalang, Henry Manik belum memberi tanggapan atas  surat itu. Pesan elektronik yang dikirim wartawan belum dijawab. Sekretaris daerah, Sebastianus Tinambunan merespons, akan mengecek.

“Aku cek dulu ya” tulis Tinambunan.

4 SPESIALIS DASAR TIDAK WAJIB

Sumber di kantor BPJS menyebut, penurunan kelas berdampak pada besaran klaim RSU ke BPJS. Artinya,  nilai yang direalisasi BPJS  lebih kecil. Bagaimanapun, satuan untuk penanganan penyakit tertentu di kelas D lebih kecil dibanding tipe D.

Sumber menambahkan, untuk tipe C, 4 spesialis dasar harus dipenuhi. Yakni dokter kandungan, anak, penyakit dalam dan bedah.  Nah, kalau tipe D, tidak diwajibkan menyediakan 4 tenaga spesialis dimaksud.

Di awal masa kerja, Bupati Eddy Kelleng Ate Berutu   menargetkan lembaga dimaksud naik kelas. RSU Sidikalang adalah salah satu bagian program kerja kepemimpinan 100 hari.

Eddy bersama Kepala Dinas Kesehatan Nitawaty Sitohang dan Direktur RSU Sidikalang  telah melakukan pertemuan dengan  Menteri Kesehatan Nila Djuwita   F Moeloek  di Jakarta. Agenda dimaksud ditujukan untuk mengusulkan ‘kue pembangunan’ termasuk kebutuhan dokter.

Sementara itu, beberapa keluhan perawat belum juga diakomodir manajemen. Diantaranya  pembagian jasa medis dari BPJS yang dianggap tidak proporsional.  Petugas di ruang ICU hanya memperoleh Rp59 ribu per September-Oktober 208 sementara personel di bagian administrasi menerima Rp14 juta.

Komunikasi direktur dengan dokter spesialis juga disebut-sebut ‘dingin’. Perawat juga kurang sreg dengan atasan.

Dikutip dari  situs www.pasienbpjs.com, diterangkan bahwa RSU tipe D hanya memberi pelayanan kedokteran umum dan kedokteran gigi. Sama halnya dengan RSU tipe C, RSU tipe D juga menampung pelayanan yang berasal dari Puskesmas. (D01)

 

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.