- Advertisement -

Bah..Ternyata Timbunan Pupuk Bersubsidi di Gudang ‘No Problem’

Dairinews.co-Sidikalang

Kabar inspeksi mendadak (sidak) Bupati Kabupaten Dairi Sumatera Utara, Eddy Kelleng Ate Berutu ke gudang pupuk menemukan timbunan hingga ribuan ton di Sidikalang, ternyata dapat dipertanggungjawabkan pemilik.

“Timbunan pupuk subsidi di Jalan Pahlawan Sidikalang itu milik produsen yakni Petrokimia” kata Arjuna, Staff Perwakilan Daerah Penjualan Sumatera Utara I PT Petrokimia Gresik, Jumat (27/09/2019). Tidak boleh sembarang dikeluarkan.

Tidak ada masalah atas timbunan itu. Barang itui adalah cadangan. Ketika Menteri Pertanian memerintahkan  dialokasikan, tentunya segera disalurken ke distributor.

Jangan diasumsikan ada penyimpangan, kata dia lagi. Pengeluaran barang harus sesuai mekanisme. Itu punya pemerintah. Keberadaannya legal.

Dijelaskan, stok pupuk bersubsidi untuk daerah ini telah habis per 2 September 2019. Rinciannya, ZA 2.414 ton, SP-36 1.811 ton, Phonska 5.810 ton dan Petroganik ditebus 1.957 ton. Sisa alokasi petroganik, 84 ton, belum ditebus oleh CV Mutiara Agro Lestari.

Direktur  PT Martadiguna, Ramli Simatupang mengatakan,  pupuk di gudang bukanah miliknya. Itu punya Petrokimia.  Pihaknya menyewakan gudang untuk mempercepat pelayanan.  Ketika gudang dibangun di lintasan strategis, siapapun bisa melihat, apakah ada penyelewengan atau bukan.

“Gudang itu milik saya yang disewakan ke BUMN demi  kelancaran pelayanan” kata Ramli. Timbunan itu tidak ada masalah, bukan penyimpangan!

Ditandaskan, kelangkaan pupuk terjadi secara nasional. Untuk lingkup Sumut, Gubernur Edy Rahmayadi telah menyurati Menteri Pertanian untuk penambahan kuota.

Menurut Ramli, salinan permintaan Bupati ke Mentan juga disampaikan ke distrbutor.

Sebagaimana diketahui, Eddy Kelleng Ate Berutu bersama Sekretaris Daerah Sebastianus Tinambunan dan Asistem Pembangunan Eddy Banurea serta Wakil ketua DPRD Benpa Hisar nababan  sidak ke 2 gudang, yakni di Jalan Pahlawan dan Pakpak Sidikalang. Atas timbunan sumber hara tanaman itu, Eddy Kelleng Ate  ini disebut-sebut marah. (D01)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.