- Advertisement -

Pilkades Lae Sering Diduga ‘Main Uang’, P2KD Amankan Barbut Rp900 Ribu

Dairinews.co-Sidikalang

Pemilihan Kepala Desa Lae Sering Kecamatan Siempat Nempu Hilir Kabupaten Dairi Sumatera Utara yang akan dilaksanakan 12 Nopember 2019 diduga rawan money politics .

Anggota Panitia Pelaksana Pemilihan  Kepala Desa (P2KD), Tomson Sinaga, Selasa (05/11/2019) mengatakan, mengamankan  barang bukti uang senilai Rp900 ribu terkait kasus tersebut, Senin (04/11/2019).

Tomson menyebut, dalam 1 kasus,  menerima informasi dari Batur  Nainggolan (35). Itu terungkap ketika Batur bermaksud mengembalikan uang kepada oknum Plt Kades berinisial LS. Pengakuan ibunya, rupiah seniai Rp Rp600 ribu  untuk 2 orang yang bersumber dari LS guna mendulang suara ke MP.

Satu kasus lagi, kata Tomson terjadidi Dusun Parsaoran dengan barang bukti Rp300 ribu. Tujuannya, untuk memilih MP notabene suami oknum Plt Kades yang juga bidan status PNS.

Tomson menyebut, akan melaporkan kasus main uang itu ke Polres Dairi. Dijelaskan, pilkades diikuti 5 kandidat. Yakni Jon Piter Simanungkalit (1),  Juper Padang (2),  Marulak Purba  (3), Risda boru Sinaga (4) dan  Bentus Manik (5).

Camat, Roy Tumanggor mengaku belum memperoleh info dari P2KD. Sekretaris Dinas Pemerintahan Desa, Junihardi Siregar mengatakan, jika  itu benar, kewenangan ada di P2KD.

SesuaiPerda nomor 02 tahun 2015, dilarang memberi atau bagi-bagi uang saat kampanye. Kampanye dilaksanakan 3 hari sejak, Rabu (06/11/2019).

Marulak Purba membantah melakukan money politics untuk pemenangannya. Ditandaskan, istrinya tidak pernah  beri uang kepada warga agar dirinya dipilih.

“Tak tahu saya uang darimana itu” ujar Marulak. Dia ingin, agenda berlangsung fair.

Diduga,  oknum tertentu mencari-cari kesalahnnya. Padahal, oknum P2KD  punya  kekerabatan dekat dengan  calon lainnya. Bahkan, ada oknum P2KD mensosialisasikan bakal calon. (D01)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.