- Advertisement -

Tolak Calon Sekda Yang Terlibat Pengaturan Tender

Dairinews.co-Sidikalang

Bupati Dairi,  Eddy Keleng Ate Berutu diminta teliti  dan hati-hati menentukan kandidat yang akan menduduki  jabatan Sekretaris Daerah (sekda),  dan menolak oknum pejabat yang tidak memiliki integritas dan komitmen pemberantasan korupsi.

Jika Bupati Dairi sungguh-sungguh berniat menciptakan pemerintahan bersih dan berwibawa, maka rekam jejak pejabat yang mengikuti seleksi jabatan pimpinan  tinggi pratama sekretaris daerah,  yang sedang berproses saat ini, harus betul-betul ditelusuri, sehingga tidak salah pilih.

Harapan itu disampaikan pegiat anti korupsi di Dairi, Marulak Siahaan, Kamis (5/12/2019),  menyusul adanya  rekaman suara yang beredar,  berisi pembicaraan diduga oknum pejabat Pemkab  Pakpak Bharat yang ikut pada proses seleksi sekda Dairi.

Dalam rekaman, terdengar suara seseorang yang meminta lawan bicaranya untuk mengatur tender. Pemilik suara diduga oknum BP, sementara lawan bicara diduga tiga orang personil Unit Layanan Pengadaan (ULP).

Meski lawan bicaranya berulangkali melontarkan argumen menolak, namun pemilik suara tersebut terdengar membujuk dan berusaha meyakinkan agar tender dapat diatur.  Loyalitas kepada pimpinan termasuk akan menjaga kerahasiaan,  menjadi alasan yang dikemukakan agar lawan bicara mengikuti tujuannya.

Dalam rekaman yang diperdengarkan, terdapat kutipan suara seseorang yang mengatakan: Begini maksud saya, kita tidak bisa menghindari kepentingan-kepentingan itu, tapi apa boleh buat, kita tidak bisa menghindar dari urusan mereka. Yang kita bicarakan ini kepentingan  kapitalis, orang yang punya modal  yang kita urusi,  walaupun sebenarnya kita ini abdi masyarakat, tapi apa boleh buat, maksud saya, biar kalian tau juga ,ya…  mengabdi kepada kapitalislah kita ini, apa boleh buat”.

Pada bagian lain, suara yang sama mengajak agar mengatur pemenang tender, meskipun bukan penawar terendah  dengan cara mencari kesalahan administrasi  pesaing.   

” ini sekarang saya menawar, katakanlah dari  2 milyar contohnya…,  kemudian saya turunkanlah 10 persen, artinya kan 1,8 .  Ternyata dihajar orang saya,   1,7 dia nawar. Kira-kira di situ mana peran kalian.  Kebetulan yang 1,8  ini yang sudah kita niatkan. Itu bagaimana?  Apa memang gak bisa?.   “Kalaulah sama-sama sempurna, kalian cari titik salahnya di sana, kan ada itu.”  sebut Marulak menirukan ucapan seseorang dalam rekaman.

Rekaman pembicaraan berdurasi sekitar 1 jam dan 29 menit. Hal itu mengindikasikan bahwa pemilik suara  tidak memiliki komitmen pemberantasan korupsi.

“Jika suara itu betul milik  BP, maka seharusnya dia ditolak dan tidak diberi kesempatan menduduki jabatan apapun di Kabupaten Dairi” sebut Marulak.

Sementara itu, Inspektur Kabupaten Pakpak Bharat, Budianta Pinem, yang dikonfirmasi melalui aplikasi  WhatsApp,  seputar suara maupun isi pembicaraan rekaman, termasuk komitmennya dalam pemberantasan korupsi,   tidak menjawab.

Sebagaimana diketahui, panitia seleksi  Sekda Dairi, telah mengumumkan hasil seleksi administrasi.

Tiga calon, dinyatakan memenuhi syarat administrasi. Ketiganya  adalah  Budianta Pinem, saat ini Inspektur Kabupaten Pakpak Bharat, kemudian  Mordehai Orba Suntuk Manik,  Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Pakpak Bharat, dan  Leonardus Sihotang, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Dairi. (D02)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

error: Maaf tidak bisa disalin