- Advertisement -

Petani Menjerit, Pupuk Bersubsidi belum Dibagi di Parbuluan

Dairinews.co-Sidikalang

Pengusaha pupuk Roda Tani, Rotua Sigalingging  di Simallopuk Desa Parbuluan 1 Kecamatan Parbuluan Kabupaten Dairi Sumatera Utara, Rabu (26/2/2020) mengatakan, petani di daerahnya menjerit. Pasalnya,  pupuk bersubsidi belum bisa disalurkan. Sepengetahuannya, penyaluran ke petani belum berlangsung di Kecamatan Parbuluan.

“Barangnya sudah ada di gudang, tetapi belum bisa dibagi ke petani” kata Rotua. Itu terkait belum rampungnya rencana defenitif kebutuhan kelompok (RDKK).

Petani bolak-balik nanya. Kapan bisa diambil, kata Rotua. Bukan hanya warga, Rotua menyebut, turut terbeban lantaran modalnya terbenam sekian lama. Sistem penebusan pupuk, bayar dulu ke distributor baru masuk. Dia membantah,  menjual produk di atas harga eceran tertinggi (HET).

Petani beralamat di Lumban Hariara, Marihot Sinaga menyebut, kelangkaan sudah lumayan lama.

Diutarakan, kendati disebut barang bersubsidi, namun dia tidak pernah merasakan penerapan HET.  Pasaran ponska, SP36 dan lainnya Rp150 ribu per zak. (D01)

 

 

 

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.