- Advertisement -

Pelajar SMP Diduga ‘Budak Seks’ Ompung 75 Tahun di Sumbul

Dairinews.co-Sidikalang

Tina (nama samaran) pelajar SMP Negeri di salah satu sekolah di Kecamatan Sumbul Kabupaten Dairi Sumatera Utara diduga menjadi ‘budak seks’ ompung (pria lansia-red)   berusia 75 tahun.  Korban kini hamil 6 bulan.

Kasus tersebut  dalam pendampingan Forum Peduli Perempuan  Indonesia (FPPI)  Kabupaten Dairi dan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.

Ketua FPPI, Delphi Masdiana Ujung, Selasa (24/3/2020)  menyebut, peristiwa itu terjadi sekitar 6 bulan lalu di salah satu desa dengan  permukiman   agak pelosok.  Terduga pelaku adalah  MM menyandang status duda sejak 20 tahun lalu. Pihaknya juga sudah mengkonfirmasi MM sekalaigus mendengar pengakuan. Namun versi MM, hubungan badan dilakukan sebanyak 3 kali.

Kasus itu terungkap pekan kemarin menyusul  kecurigaan guru terhadap Tina (14).  Perut yang kian membesar mengundang rasa penasaran guru. Awalnya korban mengelak membeberkan peristiwa pilu menimpanya. Namun, kasus itu akhirnya dibuka.

Tina pun menceritakan pengalaman pahit kepada orang tua. Pengakuan Tina kepada Delphi, korban sudah disetubuhi berulang kali di bawah ancaman.

CAS HP

Bagaimana awalnya?  Rumah orang tua korban  hanya berjarak sekitar 50 meter ke kediaman MM. Lantaran  rumah tak punya listrik, telepon selluler sering dicharge (dicas-red) ke rumah  MM. Suatu waktu,  pintu ditutup dan lanjut ke  aksi bejat. Korban di bawah tekanan.

Lantaran terkuak, beberapa  orang tua  berkumpul lalu merestui perkawinan  ‘ompung’ dengan pelajar di bawah umur itu, Sabtu (22/3/2020) malam.  Korban dibawa ke kediaman MM.

Setelah melalui diskusi panjang, kata Delphi, akhirnya ibu korban diketahui boru Sinaga menyatakan rasa keberatan. Mereka ingin mengadu tetapi tak tahu bagaimana caranya.,

Delphi menyebut,  korban berada di Sidikalang. Informasi sudah disampaikan ke polisi.  Surat pengantar untuk ambil visum sudah dibuat. Direncanakan, pengaduan ke polisi dibikin hari ini.

Kasus itu harus diselesaukan secara hukum agar menimbulkan efek jera serta tidak  terulang di kemudian hari, termasuk kepada orang lain.

Camat Sumul, Roy Sinaga mengatakan, sudah menelepon  kepala desa  domisili korban dan MM.   Siswa itu dalam pengawasan  FPPI  dan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.(D01)

 

Catatan: nama dan alamat korban tidak dipublikasi dengan pertimbangan etika

 

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

error: Maaf tidak bisa disalin